oleh

Gali Potensi BPHTB Pasca Covid-19

NGAMPRAH – Wabah pandemi virus korona yang terjadi beberapa bulan terakhir berdampak besar terhadap ekonomi masyarakat. Tak terkecuali terhadap sektor pendapatan asli daerah (PAD) di bidang Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang terjadi di Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Kendati diterpa menurunnya di sektor BPHTB. Namun, Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) KBB siap bangkit untuk terus menggenjot pendapatan tersebut seiring dengan akan diterapkannya new normal atau adaptasi kebiasaan baru (AKB) yang saat ini tinggal menunggu keputusan dari Kementerian Kesehatan.

Baca Juga:  Densus 88 Menangkap Munarman Atas Dugaan Menggerakkan Terorisme

Kepala BPKD KBB, Agustina Piryanti melalui Kepala Bidang (Kabid) Pajak II (PBB dan BPHTB), Rega Wiguna menyatakan, pandemi korona yang terjadi ini tentu dirasakan dampaknya terhadap pajak di sektor BPHTB. “Pajak dari BPHTB itu di antaranya hasil proses jual beli lahan atau rumah. Karena selama korona ini, kondisi ekonomi lesu yang juga transaksi berkurang, ada penurun transaksi hingga angka 80 persen,” kata Rega di Ngamprah, Kamis (11/6/2020).

Baca Juga:  Viral! Ustaz Zacky Mirza Ambruk Saat Berdakwah

Rega optimistis, jelang penerapan new normal pasca pandemi, kondisi ekonomi perlahan akan pulih sehingga gairah jual beli properti dan lahan di KBB akan kembali normal. Dengan begitu, sektor pajak dari BPHTB juga akan berdampak pada kas daerah.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga