16 Paket Proyek di Cimahi Tetap Dilelang Meski di Masa Pandemi Covid-19

16 Paket Proyek di Cimahi Tetap Dilelang Meski di Masa Pandemi Covid-19
0 Komentar

CIMAHI – Ditengah pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) ini, proses lelang pengadaan dan jasa di Kota Cimahi tetap berjalan.

Hingga memasuki triwulan akhir triwulan kedua ini, tercatat ada 16 paket proyek fisik dan non fisik yang sudah masuk tahapan lelang.

Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa pada Setda Kota Cimahi, Ainul Yakin mengatakan, proses lelang memang terus berjalan untuk proyek yang anggarannya tidak terpangkas refocusing dan realokasi penanganan Corona Virus Disease (Covid-19).

Baca Juga:Dongkrak Wisata KBB, Wakil Bupati Hengky Kurniawan Siap Jadi PemanduKepala SMKN 4 Bandung Benarkan Adanya Surat Rekomendasi untuk PPDB

“Kalau paket lelang tetap berjalan. Seperti pembangunan beberapa Puskemas itu kan tidak terganggu Covid-19 karena kan pelayanan dasar,” kata Ainul saat ditemui, Kamis (11/6).

Tercatat ada tiga proyek fisik pada bidang kesehatan yang akan digarap dalam waktu dekat ini. Seperti penambahan gedung dan ruang baru Puskesmas Melong Asing. Pagu anggarannya mencapai Rp 1,3 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) pemerintah pusat.

Kemudian penambahan gedung dan ruang Puskesmas Cigugur dengan pagu anggaran Rp 1,1 miliar yang bersumber dari DAK, serta penambahan gedung dan ruang baru tahap II Puskesmas Citeureup dengan pagu anggaran Rp 815 juta.

“Kalau yang dua Puskemas sudah selesai lelangnya. Kalau yang Puskemas Melong Asih masih evaluasi,” sebut Ainul.

Kemudian proyek fisik yang dipastikan tetap berjalan tahun ini adalah pembangunan lanjutan Mall Pelayanan Publik (MPP) Kota Cimahi. Pagu anggaran mega proyek yang berdiri di atas lahan milik Pemkot Cimahi seluas 11.005 meter persegi itu mencapai Rp 46 miliar.

“MPP akan kita lelangkan. Tapi saat ini dokumennya masih dalam tahap review,” ucapnya.

Sebelumnya, Pemkot Cimahi sudah melelangkan MPP untuk manajemen kontruksi pembangunan yang mencapai Rp 2,3 miliar pagi anggarannya, serta belanja penyedia jasa konsultan perencanaan penyusunan DED interior MPP.

Baca Juga:Dengan Jiwa Besar DS Meminta Maaf, Surat Rekomendasi PPDB Itu Hanya Bentuk Aspirasi Bukan Surat PerintahTim Saber Pungli dan DPRD Jabar Sebetulnya Sudah Sepakat Agar Dewan Tidak Berikan Surat Rekomendasi PPDB

“Untuk MPP tahap dua itu lelang MK (manajemen kontruksinya dan DED interior sudah kita lakukan,” sebut Ainul.

Namun, kondisi pandemi Covid-19 ini membuat sejumlah proyek akhirnya dibatalkan. Salah satunya pembangunan Underpass Sriwijaya-Dustira. Sebelumnya, proyek tersebut sudah masuk tahap lelang, namun anggaran bantuan dari Provinsi Jawa Barat dibatalkan sebab dialihkan untuk penanganan Covid-19.

0 Komentar