Filosofi Jaring Laba-laba untuk Transformasi Pendidikan

Filosofi Jaring Laba-laba untuk Transformasi Pendidikan
Dina Martha Tiraswati M Pd (Pengawas SMK Kabupaten Bogor)
0 Komentar

“Perhatikan apa yang dikerjakan oleh laba-laba setelah sarangnya hancur? Ternyata, laba-laba membuat kembali sarang barunya di tempat yang sama. Berapa kali ada yang merusak sarangnya, sebanyak itulah laba-laba memperbaiki dan membuat sarang baru,” katanya.

“Perangai laba-laba tersebut mengajarkan kita untuk tidak mengenal lelah dan berputus asa. Begitupun pendidikan, di tengah pandemik Covid-19 selalu mengupayakan perubahan sistem pendidikan yang disesuaikan dengan keadaan. Semua pihak yang terlibat di dunia pendidikan baik secara langsung maupun tidak, harus terus membangun pendidikan yang lebih baik bagi generasi yang akan datang,” sambungnya.

Kata dia, Terampil dalam melaksanakan pembelajaran daring tentu saja membutuhkan waktu. Dengan kondisi serbamendadak ini, tentu saja ketahanan, ketelatenan, dan kemampuan belajar dalam waktu singkat sangat diperlukan. “Termasuk guru yang semuanya belum menguasai aplikasi teknologi, tentu akan sangat kepayahan dan bisa saja menyerah sebelum mencoba, namun tetap perupaya melaksanakan pembelajaran dengan efektif,” tuturnya.

Baca Juga:PPDB Online Tetap ZonasiBulog Harus Jamin Kualitas Beras

Tidak banyak pilihan bagi para guru dalam proses pembelajaran dari tradisional menjadi daring total karena Covid-19 ini, kecuali terus melaksanakan proses pembelajaran. “Mereka dituntut belajar lagi, membuka wawasan, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta mempertahankan kinerja mengajar dengan baik,” pungkasnya. (dsdkjbr/tur)

Laman:

1 2
0 Komentar