BANDUNG-Sebagai bentuk kepedulian terhadap pandemi Covid-19, pihak Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 19 Kota Bandung menyumbangkan dana sebesar Rp 10 juta.
Kepala Sekolah SMAN 19 Kota Bandung Enok mengatakan, dana tersebut sebagian dipergunakan untuk pengadaan Alat Pelindung Diri (APD) dan diserahkan kepada pihak Dinas Pendidikan Jawa Barat.
Ia mengatakan, bahwa bantuan yang disalurkan merupakan hasil donasi dari guru, tenaga tata usaha serta orang tua siswa.
Baca Juga:Potong Gaji Pemain 75 PersenMike Tyson Kembali Turun Ring
“Alhamdulillah bisa terkumpul. Secara sukarela keluarga besar SMAN 19 menyisihkan rezekinya,” ujar Enok, baru-baru ini.
Pihaknya kata dia, berharap agar bantuan itu bisa membantu dan meringankan beban masyarakat yang secara ekonomi terdampak. Sedangkan upaya pemutusan Covid-19 di lingkungan SMAN 19 Kota Bandung, pihaknya telah melakukan penyemprotan disinfektan, bekerjasama dengan forum anak sadar hukum, dilaksanakan pada bulan April 2020.
Selain berdampak pada bidang ekonomi, pandemi Covid-19 pun berdampak pada dunia pendidikan. Dimana Proses Belajar Mengajar (PBM) tidak bisa berjalan seperti biasa. Di Jabar khususnya kegiatan PBM tatap muka langsung di sekolah dihentikan sementara. Hal itu sesuai dengan surat himbauan dari Disdik Jabar. Hampir dua bulan kegiatannya dilakukan melalui moda dalam jaringan (daring).
Menurut Enok, pembelajaran daring di SMAN 19 sendiri secara umum berjalan lancar. Namun dirinya tidak memungkiri kalau ada 10 persen siswanya terkendala dalam pembelajaran daring, karena keterbatasan sarananya termasuk kuota internet.
Pihaknya tidak berdiam diri, memberikan solusi dengan membantu mensubsidi kuota bagi siswa tersebut. Di samping itu menyarankan kepada para gurunya agar tidak selalu mengggunakan flatform dalam pembelajaran. Namun juga dapat memvariasikan dengan pembelajaran yang menyenangkan dan ada hubungannya dengan kecakapan hidup.
“Pembelajaran daringnya bervariasi ada yang malalui wa grup, google classroom, youtube, webex maupun zoom,” sebutnya.
Sedangkan selama work from home (WFH) keamanan sekolah tetap terjaga, dengan cara menugaskan piket secara bergiliran, dengan mengikuti prosedur tetap (protap) pemerintah dalam memutus pandemi COVID-19 yang berlaku.
Baca Juga:Suarez Segera HengkangFilipina Batalkan ASEAN Para Games 2020
Ia menambahkan, agar memudahkan dalam berkomunikasi, sengaja dibuat grup whatsapp kepala sekolah dan guru. Di samping itu selama pemberlakuan bekerja di rumah pihaknya selalu memonitoring pembelajaran daring, dengan cara Vcon melalui zoom untuk mendengarkan kendala yang dihadapi oleh siswanya. Termasuk memberikan instrumen monitoring yang harus diisi oleh semua guru. Termasuk memberikan himbauan
