Sementara, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar, Berli Hamdani mengatakan akan memperhitungkan sesuai dengan data awal penerima bansos.
Diketahui sebelumnya, Pemerintah Pusat memprediksi bahwa akhir dari pandemi ini diperkirakan hingga akhir tahun. Namun, baik pemerintah pusat, provinsi, kota/kabupaten hingga desa hanya memberikan bantuan selama 3 sampai 4 bulan saja.
“Saya sampaikan pada saat ini kita masih berpegang pada perhitungan data awal dimana perhitungan tersebut sudah menyatakan secara ekslisif ada 9 juta KK di Jabar yang membutuhkan,” ucap Berli.
Baca Juga:Bandung Selesai, Jabar MulaiPerlukah Promosi, Mutasi dan Demosi Kepala Sekolah?
Menurutnya, dari bansos yang ada sudah di ketahui berasal dari sembilan sumber bantuan yang nantinya akan diberikan pada masyarakat. Bantuan sosial senilai Rp 500.000 itu merupakan salah satu dari sembilan pintu bantuan kepada warga terdampak pandemi Covid-19.
“Sembilan pintu itu adalah Kartu Program Keluarga Harapan (PKH), kartu sembako, bantuan sosial (bansos) dari presiden untuk perantau di Jabodetabek, Dana Desa (bagi kabupaten), Kartu Pra Kerja, bantuan tunai dari Kemensos, bansos provinsi, serta bansos dari kabupaten/kota,” tandasnya. (mg1/drx)
