oleh

Disinfektan Tak Perlu Pakai Cairan Pemutih

JAKARTA — Dalam upaya mensterilisasi ruang publik atau benda-benda di rumah, sebagian orang menggunakan cairan pemutih untuk membersihkannya dari paparan virus Korona. Padahal, cairan pemutih tak benar-benar efektif mengusir virus.

Ahli virologi dari Cambridge University, Jane Greatorex mengatakan, menggunakan cairan pemutih untuk membersihkan virus seperti menggunakan gada untuk memukul lalat.

Cairan pemutih bisa menimbulkan karat pada besi dan memicu masalah pernapasan jika dihirup dalam waktu lama.

Baca Juga:  BOR di Kota Cimahi Turun Menjadi 53,24 Persen

Ahli kesehatan lingkungan dari Georgia State University, Lisa Casanova sepakat penggunaan cairan pemutih tidak efektif untuk sterilisasi area publik.

“Jika Anda meletakkannya [cairan pemutih] pada permukaan yang banyak kotoran, maka si cairan bakal termakan oleh kotoran,” kata dia, mengutip National Geographic.

Alih-alih repot membersihkan benda-benda dan ruang publik, akan lebih baik jika Anda fokus pada cuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir. Para ahli sepakat, kombinasi air dan sabun menjadi senjata terkuat melawan penyakit infeksi, termasuk Covid-19.

Baca Juga:  Senilai Rp63 Miliar, Dana Refocusing Tahap I Penanganan Covid-19 Kota Depok

Sayangnya, banyak orang salah kaprah. Alih-alih menggunakan sabun dan air, mereka justru berbondong-bondong menggunakan bahan kimia yang tidak perlu atau tidak efektif melawan virus seperti hand sanitizer.

Padahal, tidak semua hand sanitizer memenuhi syarat untuk melawan virus. Paling tidak, hand sanitizer yang Anda miliki harus mengandung alkohol minimal 60 persen.

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga