Waspada Virus Korona, Gubernur Minta Pihak Sekolah Tunda Kegiatan Studi Tour dan Pensi

Waspada Virus Korona, Gubernur Minta Pihak Sekolah Tunda Kegiatan Studi Tour dan Pensi
BEROPERASI : Pelajar menaiki bus Sekolah di Jalan Wastukancana, Kota Bandung, Rabu (27/5). setelah penabahan beberapa Unit bus sekolah operasional bus merata. Fajri Achmad NF./ Bandung Ekspres
0 Komentar

BANDUNG – Maraknya isu yang berkembang terkait meliburkan sekolah untuk menanggulangi penyebaran virus Korona, Gubernur Jabar Ridwan Kamil menegaskan, sejauh ini tidak ada rekomendasi apapun dari Pemerintah Pusat.

“Saya kira tidak ada urgensi untuk meliburkan sekolah. Nanti pemerintah akan mengkaji jika hal-halnya sudah sangat mendesak atau emergensi,” ujar Emil di Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar, Bandung, Senin (9/3)

Selain itu, terkait ada beberapa sekolah yang akan melaksanakan studi tour sebaiknya diganti dengan kegiatan yang tidak jauh dari lingkungan sekolah.

Baca Juga:Gubernur Ingin Agar Setiap Sekolah SMA/SMK Diberikan Edukasi Terkait Penyebaran Virus KoronaePaper Jabar Ekspres Edisi 10 Maret 2020

’’Minimal bisa dilakukan di lingkungan yang tidak jauh dari sekolah tersebut,’’kata dia.

Dia menilai, dengan adanya studi tour dikhawatirkan akan ada faktor kelelahan, sehingga daya tahan tubuhnya menurun. Kalaupun harus bepergian jangan terlalu jauh.

’’Sebaiknya dari locus kota tempat sekolah itu ada,” tegasnya.

Emil pun mengimbau pihak sekolah yang akan mengadakan Pentas Seni (pensi) untuk melakukan penundaan.

“Kita imbau untuk ditunda semuanya, tapi tidak dibatalkan waktunya. Kendati begitu, Emil menyerahkan sepenuhnya kepada pihak sekolah, sebab jika bisa dikendalikan jumlah massanya dan tidak terlalu intens, berarti engggak ada masalah.

’’Karena ini kan dinamikanya terlalu luas jadi gak bisa disamaratakan,” jelasnya.

Pihaknya menjelaskan jika ada yang tetap ingin menggelar kegiatan, dipersilahkan dan tidak akan ada sanksi apapun.

“Ya asal dia bisa bertanggung jawab dan menjelaskan alasan rasional melaksanakan kegiatannya kenapa. Kita kan ingin waspada tapi rasional, bukan waspada emosional,” katanya.

Baca Juga:Rencana Tambang Emas PT Antam di Gunung Papandayan Jadi Kewenangan Kementerian ESDMRaperda Kabupaten Layak Anak Baru Dilakukan Pembahasan

“Jadi mungkin ada yang melaksanakan pensi, tapi sudah mengukur bahwa hasil kajiannya tidak banyak risiko yang akan terjadi,” tutupnya. (mg1/yan)

0 Komentar