oleh

BPJS Ketenagakerjaan Siap Bertanggungjawab

”Untuk saat ini kami fokuskan pada penanganan sisa material jangan sampai ambruk lagi,” terangnya.

Untuk ganti rugi dampak terhadap rumah warga, kata dia, pihaknya terlebih dahulu akan berkoordinasi dengan BPJS Ketenagakerjaan pusat.

”Kami koordinasikan dengan kantor pusat untuk ganti kerugian,” ujarnya.

Aang mengklaim, benteng itu dibangun untuk mencegah agar tebing tersebut tidak longsor. Rencananya, benteng yang akan dibangun mencapai 30×5 meter, dengan anggaran mencapai Rp 494 juta.

Sebelum pembangunan dilakukan, pihaknya terlebih dahulu membuat perencanaan dengan PT. Wiyata Bakti Mandiri. Lalu melakukan lelang pengerjaan fisiknya. Pengerjaan pembuatan DPT itu sudah sekitar 60 persen.

”Jadi belum selesai tapi keburu longsor. Terkait teknis sebetulnya kami tidak terlalu mengerti, karena dikerjakan oleh perusahaan pemenang tender, artinya sekarang masih tanggung jawab pelaksana proyek,” tuturnya.

”Nah, yang longsor itu belum selesai dibangunnya,” imbuhnya.

Perihal penyebab, pihaknya menampik karena adanya kelalayan dalam pembangunan benteng tersebut. Menurut Aang, penyebabnya adalah faktor alam.

”Karena cuaca ekstrem, faktor alam. Terus nahanya juga labil,” terangnya.(mg3/ziz)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga