CIMAHI – Sepanjang tahun 2019 telah terjadi 484 peristiwa kecelakaan di wilayah Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat (KBB), yang menyebabkan 87 orang meninggal dunia, sembilan luka berat dan 534 mengalami luka ringan.
Angka itu tak berbeda jauh dibandingkan dengan jumlah kecelakaan pada tahun 2018. Dari catatan Analisis dan Evaluasi (Anev), tercatat ada 480 kasus kecelakaan lalu lintas tahun 2018. Rinciannya, sebanyak 85 orang meninggal dunia, 10 orang luka berat dan sebanyak 540 orang mengalami luka ringan.
Selain menimbulkan korban jiwa, juga menimbulkan kerugian hingga miliaran rupiah dalam dua tahun terakhir. Sepanjang tahun 2018, dari total kecelakaan sebanyak 480 kasus telah menyebabkan kerugian materi hingga Rp 921 juta. Sedangkan pada tahun 2019 dari total 484 kasus kecelakaan kerugian materi mencapai Rp 715 juta.
Baca Juga:Sosialisasi Pengelolaan Keuangan Rumah SakitKuota Rehabilitasi Gratis Berkurang
Kanit Laka Lantas Polres Cimahi, Iptu Erin Heriduansyah mengatakan, kecelakaan tersebut didominasi oleh pengendara usia produktif dari mulai usia 20 hingga 35 tahun dengan penyebab mereka kurang berhati-hati atau akibat kelalaian mereka sendiri.
”Mereka kurang berhati-hati saja, karena mungkin pengaruh emosional berkendara terutama pengendara anak-anak seperti saat menyalip, ada ruang sedikit memaksakan diri,” jelas Erin saat ditemui di Mapolres Cimahi, Jalan Amir Machmud, Kamis (9/1).
Tak hanya itu, kata Erin, faktor tidak laik jalan baik kendaraan mobil maupun motor menjadi penyebab meningkatnya kecelakaan di wilayah hukum Polres Cimahi ini.
”Untuk kendaraan mobil yang tidak laik jalan kami sering tertibkan saat mengadakan pemeriksaan kelaikan kendaraan (Ramp Check) dengan perutas Dinas Perhubungan baik KBB maupun Kota Cimahi,” terangnya.
Untuk kerugian, terang Erin, dihitung berdasarkan kerusakan kendaraan baik motor maupun mobil yang mengalami kecelakaan dalam kurun waktu selama satu tahun.
”Itu kerugiannya materi dari pemilik kendaraan yang terlibat kecelakaan. Untuk kerusakannya mulai dari yang rusak ringan sedang hingga rusak berat,” katanya.
Pihaknya akan terus menekan jumlah kasus kecelakan di semua wilayah hukum Polres Cimahi ini agar pada tahun 2020, jumlahnya bisa mengalami penerunan yang cukup signifikan.
Baca Juga:Sosialisasikan Program Lingkungan Melalui FilmJalak Harupat Perlu Perbaikan
Erin mengatakan, upaya untuk menekan jumlah kecelakaan tersebut, pihaknya telah melakukan berbagai upaya di antaranya koordinasi dengan Dikyasa dan Unit Patwal termasuk menindak pelanggar lalu lintas.
