oleh

Iuran Naik, Ribuan Peserta JKN-KIS Turunkan Kelas

”Untuk ASN, TNI-Polri tidak ada dampak karena tetap sebagian besar ditanggung pihak penyedia kerja. Hanya untuk peserta pekerja dari badan usaha, ada yang keberatan dari pihak penyedia kerjanya,” ungkap Idham.

Idham mengakui, saat iuran belum naik saja, masih banyak peserta mandiri yang nunggak membayar.

”Mudah-mudahan lancar semua,” ucapnya.

Untuk penagihan, Idhan menyebutkan pihaknya memiliki sekitar 40 Kader JKN yang bertugas melakukan penagihan iuran secara kolektif, disamping menyampaikan informasi terkait JKN-KIS kepada masyarakat.

”Iuran yang telat kita pakai mekanisme penagihan oleh Kader JKN. Selain tarik iuran yang tertunda juga beri informasi ke masyarakat. Bisa juga untuk mendaftar kepesertaan,” tandasnya.

Sementara itu, Rulia Setiawati (50) salah seorang peserta BPJS Kesehatan Mandiri menilai kenaikan iuran tersebut sangat memberatkan masyarakat seperti dirinya. Meski diakuinya jika penghasilan keluarganya memang sejauh ini dirasa cukup.

”Tentu sangat berat. Tapi gimana lagi kalau sudah peraturan pemerintah, kita sebagai masyarakat kecil cuma bisa mengikuti saja,” beber Ruli, yang sedang menunggu panggilan antrian untuk mengurus penurunan kelas.

Kendati mengaku tidak bisa berbuat banyak kecuali mengikuti peraturan, namun dia berharap kenaikan iuran tersebut bisa sebanding dengan pelayanaan yang diberikan pihak rumah sakit kepada pasien peserta BPJS Kesehatan.

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga