SAR Bandung, Terjunkan Tim Rescue Tangani Bencana Jabodetabek

SAR Bandung, Terjunkan Tim Rescue Tangani Bencana Jabodetabek
SIAP MEMBANTU: Kepala Kantor pencarian dan pertolongan SAR Bandung Deden Ridwansah saat memberikan arahan kepada Tim Rescue sebelum diterjunkan untuk membantu dalam penanganan bencana di Jabodetabek.
0 Komentar

RANCAEKEK – Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung, menerjunkan tiga tim Rescue untuk ikut serta dalam penanganan bencana banjir yang melanda daerah Jabodetabek.

Kepala Kantor pencarian dan pertolongan Bandung Deden Ridwansah mengatakan, pihaknya menerjunkan satu tim rescue beranggotakan lima personil, sehingga jumlah kekuatan sebanyak 15 personil rescue untuk membantu penangan bencana Jabodetabek.

”Dalam rangka menambah kekuatan, dan mempercepat evakuasi terhadap korban banjir di daerah Jabodetabek khususnya daerah Bekasi, Kantor SAR Bandung telah berkoordinasi dengan pihak Kantor SAR Jakarta untuk memberikan bantuan personil sebanyak tiga tim,” katanya, saat ditemui usai menggelar apel tim rescue di Bandung, Kamis (2/1).

Baca Juga:Cililin Menjadi Pilot Project Penanaman Kacang EdamameDeding Ishak Yakin Dapat Rekomendasi

Deden menjelaskan, tiga tim rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung terbagi menjadi tim 31, 32 dan 33 yang tergabung di regu B penanganan evakuasi bencana di Bekasi, khususnya daerah Bekasi Utara. Dengan 15 kekuatan personil, lanjutnya, dilengkapi dengan tiga perahu karet, rescue truck, personil truck, rescue compartment dan rescue car.

Dia berharap dengan perbantuan personil untuk bencana banjir wilayah Jabodetabek ini dapat memberikan penanganan yang lebih cepat bagi masyarakat yang membutuhkan evakuasi. ”Secara wilayah, Bekasi dan Bogor merupakan wilayah Jawa Barat namun secara wilayah kerja, daerah Bogor dan Bekasi merupakan wilayah kerja Kantor SAR Jakarta sehingga koordinator dari penanganan bencana Banjir ini dibawah arahan pihak Kantor SAR Jakarta, kami ikut serta sebagai perbantuan dalam rangka meningkatkan responsivitas dan evakuasi SAR yang maksimal,” pungkasnya. (yul/rus)

0 Komentar