Batasi Minimarket untuk Menghidupkan Kambali Warung Tradisional

Batasi Minimarket untuk Menghidupkan Kambali Warung Tradisional
FOTO BERSAMA: Wakil Bupati Bandung Gun Gun Gunawan (tengah) foto bersama dengan pengurus dan anggota paguyuban pedagang warung tradisional usai kegiatan silaturahmi SRC Bandung selatan di RM. Sidang Reret Ciwidey. 
0 Komentar

Bukan tak mampu bersaing, dengan adanya minimarket waralaba dan didukung oleh perubahan gaya hidup masyarakat pedesaan. Akibatnya, tak sedikit masyarakat yang lebih memilih berbelanja ke minimarket hanya demi gengsi, ketimbang belanja ke warung tradisional sekalipun harganya lebih murah.

Asep tak menampik jika keberadaan minimarket waralaba memang membuka lapangan kerja bagi warga sekitar. Namun jumlah tenaga kerja yang terserap jauh lebih kecil dibandingkan dengan jumlah orang yang akan kehilangan hajat hidup jika warung tradisional mereka bangkrut.

”Sekarang di satu minimarket paling warga yang dipekerjakan hanya 2-3 orang. Sedangkan jika sebuah warung tradisional tutup, sekeluarga akan kehilangan penghidupan. Kalau anaknya dua saja, berarti ada empat orang yang kehilangan hajat hidup,”pungkasnya. (rus)

0 Komentar