Bahkan, kata Makertihartha, proses dari katalisasi minyak sawit menjadi biogasoline menghasilkan gas yang komponennya sama dengan liquefied petroleum gas (LPG). Namun, skala produksi yang ada saat ini masih setingkat pilot project. Dibutuhkan skala produksi yang lebih besar lagi untuk mendapatkan output tekanan gas yang sesuai kebutuhan.
Meski namanya Katalis Merah Putih, warnanya tak selalu merah dan putih. Ada banyak katalis yang dikembangkan ITB untuk berbagai keperluan. Ada yang hijau sampai cokelat. Bahkan, mereka mengklaim salah satu katalis bisa digunakan untuk memproses minyak mentah (crude oil) menjadi BBM.
Katalis diproduksi di ruangan khusus di kompleks lab reaksi kimia ITB. Walaupun direndam atau dipasang di aliran bahan bakar pengumpan, bentuk katalis tak akan berubah sehingga bisa digunakan lagi. Hanya, setelah beberapa ratus kali penggunaan, sejumput katalis akan kehilangan daya picu.
Baca Juga:Yana Gelar Sidak ke Sejumlah DinasRobert Albert Klaim Fisik Pemain Alami Peningkatan
Setelah jadi, katalis dipindahkan ke ruangan lain untuk dimasukkan ke tabung reaktor dan dicampur dengan bahan bakar pengumpan. Output-nya adalah aneka BBM. Salah satu tabung reaktor, kata peneliti lab reaksi kimia ITB Melia Laniwati, diberikan oleh Pertamina sebagai sarana uji katalis dalam memproses minyak mentah (crude oil). (*)
