oleh

Kenalkan Budaya Tatar Sunda Lewat Foto

Berbagai cara untuk menarik kunjungan wisata dilakukan pihak pengelola. Salahsatunya bersinerginya Antara pengelola wisata dengan komunitas fotografi dan seni yang ada di wilayah Sumedang dengan konsep Nyaba Ka Sumedang. Menampilkan kearifan lokal yang ada di wilayah Sumedang terutama Citengah dan sekitarnya.

IGUN GUNAWAN, Sumedang

DUA perempuan berkebaya khas mojang Sunda Tempo Doeloe, duduk di depan saung. Seorang diantaranya tengah menampi beras dengan menggunakan nyiru, lainnya memegang boboko. Boboko itulah yang nantinya akan dijadikan tempat untuk menampung beras yang bersih dari gabah setelah mengalami proses tampi.

Pemandangan ini sudah jarang terjadi, apalagi di era modern seperti saat ini. Semua sudah tergantikan oleh mesin. Pantas jika adanya lokasi yang menampilkan suasana tempo doeloe, seperti Sapatapaan, menjadi incaran para tukang foto untuk mengabadikan dan tentu saja memperkenalkan kearifan lokal pada generasi selanjutnya.

Seperti dilakukan Rochman Saefudin dan kawan-kawannya, hari itu dia tengah melakukan pemotretan di Saung Sapatapaan. Saung ini menurut Wasman, perpaduan Antara leuit (tempat menyimpan padi, Red.) dan capit gunting.

Lewat fotografi itulah menurut pria yang akrab dikalangan juru foto dengan panggilan Uje itu, sebagai media untuk memperkenalkan potensi daerah ke masyarakat luas.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga