Disdik Kota Bandung Perbanyak Buku Non Pelajaran

Disdik Kota Bandung Perbanyak Buku Non Pelajaran
DISDIK KOTA BANDUNG FOR JABAR EKSPRES
BUDAYA MEMBACA: Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Dr H Elih Sudiapermana M.Pd (tengah berkacamata) berfoto bersama paduan suara SMPN 43 Bandung di Pendopo Kota Bandung, kemarin.
0 Komentar

BANDUNG – Dinas Pendidikan Kota Bandung mencanangkan Gerakan Indonesia Membaca (GIM) di Pendopo Kota Bandung, kemarin (11/12).GIM merupakan upaya membangun budaya membaca di kalangan guru-murid dan masyarakat.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Dr H Elih Sudiapermana M.Pd berharap, GIM menjadi pemicu gemar membaca.Sebab, membaca dan terus belajar dipandang mampu meningkatkan harkat dan martabat serta kualitas hidup budaya bangsa.

”Jadi literasi di Gerakan Indonesia Membaca ini tidak lagi dasar.Tapi lebih mendorong tingkat pelajar, guru hingga masyarakat untuk meningkatkan kebudayaan membaca,” kata Elih usai meresmikan Gerakan Indonesia Membaca di Pendopo Kota Bandung, kemarin.

Baca Juga:SSB Young Tigers U-8 Torehkan Prestasi di Singa Cup 2018Ekonomi Kreatif: Sumber Daya Tak Berbatas

Elih menilai, budaya mem­baca pelajar saat ini masih rendah.Begitu pun dengan guru.Meski demikian, Dinas Pendidikan Kota Bandung berupaya mengikis kondisi itu dengan berbagai inovasi.Salah satunya menciptakan berbagai pojok membaca.Baik di sekolah mau pun di jalanan.

”Gerakan ini lebih non aka­demik.Jadi mendorong siswa untuk menyukai membaca yang menyenangkan.Setelah itu, siswa juga ditekankan untuk bisa menuliskan ber­bagai ide yang keluar dari apa yang telah dibaca,” ujarnya.

”Nah, di ruang lingkup se­kolah, ada program Si Geulis (Sistem Siswa dan Guru Me­nulis) yang lebih spesifik.Tapi ini memang baru secara general dan bekerjasama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, kewilayahan hingga komunitas,” urainya.

”Harapannya, semua seman­gatnya sama. Jadi tidak me­rasa maju sendirian (ada komunikasi lintas sektoral, Red),” sambungnya.

depan, Elih juga mengaku, akan memberikan berbagai penghargaan bagi sekolah mana saja yang mampu men­ghidupkan budaya literasi. Unsur penilaiannya, mulai dari pojok baca, perpustaka­annya, bukunya lengkap atau tidak (termasuk bukun non pelajaran, Red).

”Salah satu faktor anak macet baca itu kan karena itu buku pelajaran. Jadi malas. Nah, ke depan diperbanyak buku non pelajaran,” urainya lagi.

Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidi­kan Masyarakat (PAUD dan Dikmas) Dinas Pendidikan Kota Bandung Abdul Gaos mengatakan, pencanangan GIM di Pendopo melibatkan anak usia dini, anak usia se­kolah, orang dewasa, orang tua, lembaga swasta, organi­sasi sosial serta mitra Dinas Pendidikan lainnya.

0 Komentar