Dituding Anggota PKI, Jokowi: Itu Fitnah

jokowi-peringatan maulid
ANGGUN/HUMAS
BERIKAN HORMAT: Presiden Jokowi memberikan hormat ke tamu dari negara sahabat saat menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad.
0 Komentar

BOGOR – Presiden Joko Wi­dodo mengklarifikasi tuduhan jika dirinya merupakan ang­gota Partai Komunis Indone­sia (PKI). Hal itu dikatakan Presiden yang kerap disapa Jokowi itu kepada para kiai dan ulama asal Kota/ Kabu­paten Bogor serta Kota Depok.

Jokowi menyampaikan, kla­rifikasinya itu dibumbui kela­kar yang membuat para kiai dan ulama tertawa lepas. Ber­tempat di Masjid Baitusallam, Kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (21/11). Awalnya Jokowi menjelaskan bahwa tudingan dia adalah anggota PKI itu hanya fitnah belaka.

”PKI dibubarkan tahun 1955/1966, saya lahirnya tahun 1961. Umur saya berarti saat itu masih 4 tahun. Apa ada aktivis balita?” Tutur Jokowi. Kiai dan ulama yang hadir tampak mengangguk-angguk­kan kepala. Bahkan, tidak hanya dirinya yang dituding PKI, orangtua dan kakek-nenek Jokowi juga tak luput dari fitnah tersebut.

Baca Juga:Tak Sesuai Aturan, Bawaslu Tertibkan APKMengulang Sukses, Naura Gelar Kembali Konser Dongeng di Bandung

Menurut mantan Gubernur DKI Jakarta itu, saat ini zaman keterbukaan. Tak ada yang bisa ditutup-tutupi. Apabila ia memiliki sejarah latar belakang keluarga yang merupakan ang­gota PKI, pasti akan diketahui dengan sangat mudah.

”Di Solo NU banyak, Muham­madiyah ada, Persis ada, LDII juga ada, FPI juga ada. Ya tanya­kan saja di sana, keluarga saya bagaimana. Saya Muslim, kelu­arga saya Muslim,” ulas Jokowi.

Jokowi kemudian berkelakar, “silakan tabayyun, tapi bayar sendiri-sendiri”. Sontak ulama beserta kiai yang hadir mele­paskan tawanya. Jokowi me­lanjutkan, dirinya memang bukan siapa-siapa. Bukan dari golongan kaya raya, bu­kan juga dari keluarga pen­gusaha besar, bukan pula dari keluarga yang memiliki sejarah sebagai elite politik.

”Saya ini hanya orang kam­pung. Makanya saya dibegi­tukan, ya biasa saja. Sabar-sabar saja. Ya sabar ya Allah. Tapi saya jawab begini boleh juga kan? Empat tahun saya diam saja,” ucap Jokowi.

Dalam acara silaturahim itu sendiri, ada sekitar 75 kiai dan ulama yang hadir. Adapun, Presiden Jokowi sendiri di­dampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Men­teri Agama Lukman Hakim Saifudin. Pertemuan Presiden dengan para ulama di Masjid Baitussalam, berlangsung singkat yang dimulai setelah salat Magrib dan diakhiri ma­masuki salat Isya.

0 Komentar