Dimana pengakuan angklung mencapai puncaknya ketika angklung ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda dunia (world intangible heritage) oleh UNESCO pada tanggal 16 November 2010.
Sehingga, kegiatan angklung’s day merupakan salah satu agenda agar angklung tetap terjaga, terpelihara, teregenerasikan dan terpromosikan secara luas baik lokal, nasional maupun internasional.
”Keempat poin tersebut merupakan syarat mutlak dari UNESCO jika angklung ingin tetap menjadi warisan budaya tak benda dunia,” katanya.
Baca Juga:PSI Bisa Dianggap Anti-PancasilaTerus Sosialisasikan Gaya Hidup Sehat
Usai membuka angklung’s day Emil juga mengisi ceramah pada “Milenials Day”, yang diadakan di Gedung Negara Pakuan, Rumah Dinas Gubernur Jawa Barat, kemarin (18/11).
Pada forum diskusi anak muda milenials Jawa Barat bertema #energimilenials ini, dibahas berbagai isu terkini yang menyoal optimisme pemuda, rancangan masa depan, isu media sosial, hoax, serta bagaimana jurus seorang milenial menghadapi semuanya secara Islami.
Hadir tokoh dan kelompok/ organisasi kepemudaan Jawa Barat seperti Yana Umar (Panglima Bobotoh), XTC Hijrah, Brigez Road to Jannah, Moonraker, dan GBR Fisabilillah. Adapula talkshow Islami (I-talkshow) oleh Ustad Budi Prayitno, Ustad Sinyo, dan Ustad Edwin Khadafi.
Gubernur berpesan kepada milenial, menurut dia, para milenial harus memiliki tiga nilai, yakni beriman, berilmu, dan berakhlak.
”Punyailah tiga nilai ini. Saya yakini kalau Anda punya nilai tiga ini. Jangan hanya satu, jangan hanya dua, harus tiga,” kata Emil.
Generasi milenial, haruslah memiliki iman, karena Indonesia sendiri merupakan bangsa yang religius. Ketuhanan Yang Maha Esa telah disebutkan dalam sila pertama Pancasila.
”Semua harus punya iman, rajin ke masjid, rajin ke tempat ibadah,” kata Emil.
Baca Juga:Akur Janjikan Jalan Mulus 2019Pemkab Wujudkan Jalan Mantap
Kedua, para milenial harus berilmu, dan terus mengembangkan kemampuan, atau “skills”. Menurut Emil, dengan ilmu dan keahlian yang dimiliki, milenials memiliki daya saing. Dengan bekal ilmu juga, generasi milenials bisa menangkal hoaks, dan pada jangkauan yang lebih luas lagi, dengan ilmu, di masa depan milenials akan jadi generasi yang tak mudah “dibodohi”.
