Kelurahan Padasuka Wakili Lomba Kesrak Tingkat Jabar

Tingkatkan Kualitas Lingkungan Sehat
BUTUH KOMITMENT BERSAMA: Wali Kota Bandung Oded M. Danial memberikan paparan mengenai program kerja untuk mengentaskan masalah sampah. (9/10).
0 Komentar

BANDUNG – Keberadaan Kesatuan Gerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK)-Program Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Keluarga dan Kesehatan (LLBPK) sebetulnya memiliki peran strategis untuk mewujudkan lingkungan sehat berkualitas.

Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengatakan, peran PKK mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kota Bandung. Terlebih, Pemkot Bandung sendiri banyak memiliki program ke wilayahan.

“Melalui kegiatannya, mampu menciptakan lingkungan yang sehat dan bersih. Kualitas sumber daya manusia juga terus berkembang,’’jelas Yana ketika ditemui kemarin. (9/10).

Baca Juga:Kelola Sampah Harus Jadi BudayaHanya 13.345 HK2 Penuhi Syarat

Dia menilai, jika ini terwujud, program keluarga berencana bisa sukses dengan didukung oleh pemberdayaan keluarga serta kesehatannya.

Menurutnya, Kesatuan Gerak PPK Kota Bandung memiliki kekhususan melalui kelompok Dasawisma (kelompok ibu berasal dari 10 kepala keluarga). mereka mampu meningkatkan kemitraan dengan pemerintah dan mampu sebagai kepanjangan tangan dalam memberikan informasi kepada masyarakat mengenai program Pemkot Bandung.

“Maka dari gerakan ini, kita tingkatkan kinerja sesuai program yang telah dilakukan. Kita juga mendorong kemandirian Posyandu dan para kader,” tutur Yana.

Dia menuturkan, Jika kegiatan ini maju dan berkembang maka akan berdampak positif pada peningkatan lingkungan dan kependudukan.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kelurahan Sukapada, Nunung Solihat mengungkapkan, demi terciptanya lingkungan sehat dan bersih, wilayahnya menggalakkan program tidak merokok dalam rumah.

“Ini masuk dalam Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Kita giatkan menjadi Kawasan Tanpa Rokok (KTR),“ tuturnya.

Di bidang kesehatan, Kelurahan Sukapada melahirkan inovasi seperti, Golodog Udud (Kawasan Merokok RW 08). Warga hanya diberikan waktu empat jam untuk merokok. Yaitu pada pukul 08.00-10.00 WIB dan pukul 19.00 – 21.00 WIB.

Baca Juga:Jalur Alternatif Wisata Akan DibukaSertifikasi Dapat Tingkatkan Kompetensi

Ada juga Bercitarum (Ember Cuci Tangan di Halaman Rumah). Kegiatan tersebut yaitu mendorong warga untuk membiasakan cuci tangan menggunakan tempat sederhana pengganti wasthafel.

“Hadirnya inovasi ini kita berharap masyarakat mampu hidup lebih sehat,” ujar Nunung.

Sementara itu, Ketua Tim Monev, Euis Soetrisno mengapresiasi lahirnya inovasi di Kelurahan Sukapada. Dengan berbagai cara dan kegiatan, menjadi acuan untuk masyarakat mampu hidup sehat.

“Selama tiga bulan terakhir laksanakan demi lingkungan yang nyaman. Hal ini sudah pasti bertujuan untuk meningkatkan pelayanan yang merata. Ini juga upaya kesehatan lingkungan di rumah yang bersih sehat dan berkualitas dalam program PKK, KKBPK dan kesehatan,” katanya.

0 Komentar