oleh

PGRI Perjuangkan Gaji Honorer

NGAMPRAH– Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bandung Barat berkomitmen untuk memperjuangkan nasib para guru honorer melalui bantuan insentif yang akan diajukan kepada Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat terpilih Aa Umbara dan Hengki Kurniawan. Sebab, selama ini pengajuan bantuan insentif bagi guru honorer tak kunjung terealisasi.

Wakil Ketua PGRI Kabupaten Bandung Barat, Jalaludin mengungkapkan, tujuan berdirinya organisasi PGRI yakni untuk membantu menyejahterakan anggota, memberikan perlindungan hukum hingga berkontribusi dalam mencerdaskan bangsa. “Untuk kesejahteraan, dengan memperjuangkan gaji guru honorer. Untuk persoalan hukum disiapkan lembaga bantuan hukum (LBH). Itu merupakan tugas dari organisasi PGRI,” katanya di Ngamprah, Kamis (6/9).

Baca Juga:  Cucu Saputra: Guru, Kunci Penggerak Informasi

Dia menyebutkan, saat ini anggota PGRI di Bandung Barat mencapai 15 ribu orang. Sebanyak 7 ribu¬† merupakan guru honorer sementara 8 ribu merupakan guru berstatus PNS di SD dan SMP serta pensiunan guru. “Sebetulnya upaya kami untuk kesejahteraan guru ini sudah lama. Seperti untuk guru PNS kami perjuangkan soal sertifikasi guru termasuk untuk yang honorer sudah diajukan sejak lama, agar dapat insentif atau tambahan gaji. Karena selama ini guru honorer hanya mengandalkan gaji dari dana BOS sekolah yang setiap bulan diterima sekitar Rp 300 ribu-Rp 500 ribu/bulan. Harapan kami ada insentif dari pemerintah daerah berkisar Rp 200 ribu-Rp 300 ribu setiap bulan kepada masing-masing guru honorer,” terangnya.

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Baca Juga