Terkait pengebirian karir mereka, para atlet sudah menggugat NPCI dan National Paralympic Committee (NPC) Jabar ke Pengadilan kelas 1 Bandung. Hingga saat ini, perkara tersebut sudah disidangkan 7 kali.
Kemenpora juga berkomitmen membantu kelancaran proses penanganan perkara para atlet ini ini di pengadilan kelas 1 Bandung. Pengacara para atlet, Kamaludin mengatakan, surat pernyataan tersebut akan dijadikan alat bukti dalam persidangan perkara gugatan para atlet ini.
”Kemenpora dan kami sepaham NPCI dapat di duga telah melakukan tindak pidana seperti dimaksud pasal 142-144 UU No. 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas,” kata Kamaludin.
Baca Juga:Pemdes Bobos Bangun Sarana PendidikanAplikasi SIP Dinilai Sebagai Bagian dari Literasi Digital
Senada dikatakan Elda Fahmi, peraih medali perunggu Peparnas 2016 Jawa Barat cabang olahraga Judo. NPC Pusat dan Provinsi Jawa Barat telah melakukan pemotongan.
”Iya mereka mematok dengan memotong uang saku kami sebesar 10 persen dari bonus 25 persen untuk semua even dan semua peraih medali. Jadi kalau eventnya nasional ya NPC Provinsi/Kota yang nagih, kalau tingkat internasional yang nagih NPC Pusat, NPC Kota dan NPC Provinsi,” tambahnya.
Menurut atlet 18 tahun itu pihak NPC berlaku seperti itu karena berdalih tidak adanya Dana yang mencukupi dari pemerintah. ”Mereka melakukan diskriminasi, eksploitasi dan intimidasi ke kita untuk mendapatkan 25 persen dari bonus dan 10 persen dari gaji.
Sementara itu, Gatot Dewa Broto mengaku sangat prihatin dengan kondisi para atlet. Ia sampai tak kuasa menahan tangis saat bertemu para atlet di Purwakarta semalam.
Pihak kemenpora memfasilitasi kendaraan bus dengan branding Asian Games 2018 untuk mengangkut para atlet kembali ke Bandung. Dikatakan Kemenpora, pemerintah memberikan apresiasi kepada para atlet yang telah melakukan perjalanan panjang, ini adalah pesan untuk mendobrak suatu diskriminasi. ”Karena masalah itu kami wajib datang diutus oleh Pak Menpora juga pemerintah wajib hadir dimana diperlukan, Alhamdulillah telah disepakati tanpa tekanan dari manapun dan wajib bagi pemerintah menjalankan apa yang telah disepakati,” ucap Gatot.
Dikatakan dia, sesuai arahan Menpora Imam Nahrawi telah disepakati 15 poin penting yang harus diperjuangan pemerintah. ”Terima kasih perjalanan ini berakhir disini bukan berarti sudah selesai tapi kami masih harus perjuangan apa yang telah menjadi kesepakatan bersama,” tuturnya. (ign)
