Kebocoran Soal USBN Diduga Ada Peran Bimbel

Kebocoran Soal USBN Diduga Ada Peran Bimbel
ACHMAD NUGRAHA/JABAR EKSPRES
GELAR RAKER: Ketua Komisi V DPRD Jabar Syamsul Bachri (tengah), Kepala Dinas Pendidikan JabarAhmad Hadadi (kanan) menghadiri rapat komisi V terkait dugaan kecurangan saat USBN tingkat SMA.
0 Komentar

“Memang ada rentang yang panjang (mekanisme distribusi soal dan kunci jawaban) yang besar peluang bocornya karena yang digunakan data pun dalam bentuk soft file tapi itu tidak menjadi alasan. Akan kita dalami lebih lanjut,” ungkapnya sambil menambahkan akan memberikan sanksi tegas jika ada oknum dari dinas pendidikan yang terlibat.

Sementara itu, Ketua Forum Aksi Guru Independen (FAGI), Iwan Hermawan mengatakan terkait ramainya isu bocornya soal dan kunci jawaban USBN SMA, SMK dan MA di Jabar diawali dari FAGI mendapatkan banyak laporan tersebut. Setelah itu, FAGI membuat tim investigasi internal yang akhirnya bisa masuk ke sumber yaitu WA dan LINE group penyebaran kunci dan soal jawaban USBN ini.

”Dan ternyata dari situ memang benar isu tersebut (bocornya soal dan jawaban USBN SMA, SMK dan MA Jabar) ini karena melihat sistem penyebaran yang disebar ke sesama anggota grup penyebar yang anggota  kurang lebih 250 orang lebih,” tuturnya.

Baca Juga:Kim Sedih Tak Ikut MainKoreografi 3 Dimensi Pukau Bobotoh

Setelah FAGI mendapatkan bukti kuat atas kasus ini, jelas Iwan, maka bukti tersebut disampaikan ke Dinas Pendidikan dan dan Komisi V DPRD Jawa Barat.

”Bagaimana bisa kunci dan soal USBN ini bocor? Padahal SOP pembuatan dan penyebaran sudah sesuai, dan inilah yang akan Kita invesitigasi bersama tim investigasi bentukan Disdik Jabar,” jelasnya.

Sejauh ini terangnya, FAGI Jabar sudah mengantongi nama dan nomor yang membuat group WA dan LINE dan sudah dilaporkan ke polisi. Dengan begitu akan mudah menangkap si pelaku atau admin yang menjadi salah satu pelaku penyebar kunci jawaban dan soal USBN ini.

Dia memandang, ada beberapa faktor yang menyebabkan bocornya soal dan kunci jawaban USBN. Di antaranya peluang hacker meretas komputer pembuat soal. Sebab, bentuknya dan sistem distribusi file soal dan jawaban USBN ini semua soft file.

”Keamanannya lebih rentan dibandingkan hard copy karena sulit disebarluaskan,” ungkap dia. (mg2/rie)

0 Komentar