Hati-hati Kartu ATM Terkena Skimming, Reputasi Bank Jadi Taruhan

Transaksi uang melalu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) rawan terjadi kejahatan Skiming (Foto Ilustrasi)
Transaksi uang melalu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) rawan terjadi kejahatan Skiming (Foto Ilustrasi)
0 Komentar

”Jika ada nasabah yang butuh transaksi luar negeri, bisa mendatangi bank agar diubah setting-annya,” jelas Indra saat diskusi bersama media di Bandung kemarin (17/3). Sementara itu, untuk produk kartu lain seperti Britama dan BRI Prioritas tetap bisa bertransaksi luar negeri.

Kartu debit yang memakai chip memang hanya diberikan kepada nasabah baru. Sementara itu, untuk nasabah lama, semuanya masih memakai magnetic stripe. Sedangkan untuk kartu kredit, semuanya sudah memakai chip.

Migrasi dari magnetic stripe ke chip ditargetkan mencakup 30 persen dari kartu debit BRI tahun ini dan diharapkan bisa 100 persen tahun depan.

Baca Juga:AHY Lakukan Safari PolitikAntisipasi Terjadi Banjir Warga Buat Tanggul

Indra juga mengungkapkan, BRI bersama pihak berwajib telah menemukan sindikat kejahatan yang memanfaatkan e-commerce. Beberapa waktu lalu beredar pesan WhatsApp mengenai notifikasi one-time password (OTP) dari BRI untuk bertransaksi di ayopop.com. Padahal, penerima SMS tersebut bukan pengguna ayopop dan tidak melakukan transaksi lewat ayopop.

”Sudah kami temukan pelakunya dari Palembang. Orangnya sekampung. Banyak,” ujar Indra.

Mantan direktur PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) itu menjelaskan, pelakunya belum ditangkap karena jumlahnya sangat banyak dan mereka bekerja sama. BRI dan pihak kepolisian masih berupaya membongkar kasus itu lebih dalam dan melakukan penangkapan.

Indra berpesan agar masyarakat berhati-hati dalam bertransaksi secara online. Bila nasabah tidak bertransaksi online tapi menerima SMS kode pengaman atau kode otentikasi atau kode pengaman yang berupa password seolah-olah dari BRI, abaikan dan hapus pesan tersebut. Sebab, itu adalah penipuan.

Selain itu, jangan pernah memberikan tiga angka di belakang kartu kepada siapa pun meski ada orang yang mengaku berasal dari BRI. ”BRI tidak pernah menelepon dan meminta kode dan informasi apa pun dari nasabah,” tegas dia.

Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo menambahkan, jumlah kasus penipuan yang menyangkut penggunaan kartu di bank yang dipimpinnya tidak banyak. ”Sudah menurun drastis sejak tiga tahun lalu,” katanya.

Dia menekankan, selama ini pihaknya telah melakukan sejumlah langkah pengamanan. Antara lain, semua pintu masuk kartu ATM di mesin ATM Mandiri tidak bisa dipasangi skimmer. Selain itu, kamera CCTV di setiap mesin ATM selalu stand by dan ada patroli pengamanan untuk rutin memantau.

0 Komentar