NGAMPRAH – Setelah dilakukan tes urin kepada karyawan dan tenaga medis di RSUD Cikalongwetan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) secara mengejutkan beberapa karyawan positif menggunakan Narkoba.
Direktur RSUD Cikalongwetan dr. Ridwan Abdullah mengatakan, Informasi tersebut diterima dari BNN benar bahwa ada beberapa staf positif menggunakan narkoba setelah dilakukan tes urine kemarin.
’’ Informasi tersebut baru disampaikan secara lisan oleh BNN, tetapi untuk jumlahnya, kami menunggu surat resmi,’’ kata Ridwan Abdullah kepada wartawan kemarin, (28/2).
Baca Juga:Dana PKH Tahap I CairSibuk Politik, Sejumlah Kepsek Kosong
Dirinya mengatakan, untuk status mereka yang dinyatakan positif ini apakah ASN atau pegawai biasa pihaknya menyatakan belum mengetahui secara detail informasi tersebut.
Namun, bila terbukti yang menggunakan narkoba tersebut adalah ASN maka pihaknya akan memproses sesuai aturan yang berlaku. Sementara bagi pegawai, tentu kami akan putus kontrak.
’’kebanyakan yang dites kemarin merupakan calon pegawai di RSUD ini,’’ kata dia.
Ridwan menyebutkan, pada pelaksanaan tes urine lalu, dilakukan secara mendadak bagi seluruh pegawai terdiri dari petugas kesehatan seperti dokter dan perawat hingga petugas keamanan dengan jumlah mencapai 274 orang. Termasuk dirinya sendiri.
Terpisah, Kepala BNN Kabupaten Bandung Barat Sam Norati Martiana membenarkan ada sejumlah pegawai di RSUD Cikalongwetan yang dinyatakan positif narkoba setelah dilakukan tes urine. Namun, dirinya enggan menyebutkan jumlah orang yang dinyatakan positif narkoba.
“Untuk jumlahnya akan kami sampaikan melalui surat resmi ke RSUD pada Kamis (1/3),” katanya.
Menurut dia, tindakan selanjutnya bagi mereka yang positif menggunakan narkoba tidak akan dibawa ke ranah hukum. Melainkan akan dilakukan rehabilitasi yang cocok dengan keinginan mereka agar terbebas dari bahaya narkoba.
Baca Juga:Sundawani Berikan Bantuan ke Korban BanjirPerlintasan Ilegal Ditutup
’’Ini kan bukan operasi lapangan, tapi permintaan RSUD untuk melakukan tes urine. Sehingga kami akan memberikan bantuan dengan melakukan rehabilitasi,’’ucap dia.
Kendari begitu, tidak menutup kemungkinan pihaknya akan dalami dari mana mereka mendapatkan barang berbahaya tersebut.
Lebih jauh dia menjelaskan, selain di RSUD, sebelumnya tes urine juga dilakukan terhadap sejumlah petugas di 16 kecamatan di KBB.
“Pelaksanaan tes urine di setiap kecamatan hadir juga kepala desa, UPTD dan seluruh petugas kecamatan dan hasilnya negatif,” ujarnya.
