Bahasa Sunda Makin Tergerus

Dalam penerimaan guru bahasa Sunda, lanjut Cucu, baik itu yang berstatus PNS maupun lainnya terbilang sangat sedikit. Namun, dengan adanya penangguhan penerimaan PNS, dirinya meminta agar pemerintah daerah baik itu provinsi dan juga kabupaten/kota agar memberi perhatian lebih terhadap guru bahasa Sunda.

”Kita akan mendorong kepada pimpinan daerah dan Kemendikbud supaya menjadi skala prioritas karena ini kan bukan persoalan bahasa Sunda saja tapi provinsi lain bahasa-bahasa daerahnya juga sama seperti itu,” urainya.

Selain itu, dirinya juga meminta agar pemerintah memberikan beasiswa bagi mahasiswa yang mengambil jurusan bahasa Sunda. Hal tersebut dinilai Cucu sebagai motivasi karena saat ini banyak mahasiswa yang terpaksa mengambil jurusan bahasa Sunda setelah tidak diterima di jurusan lain.

”Jangan sampai jurusan bahasa Sunda itu terpaksa. Jangan sampai sudah tidak diterima kesana-kemari baru masuk bahasa Sunda,” jelasnya.

Dikatakan Cucu, pemerintah harus bisa membantu membangkitkan semangat mahasiswa agar mau mempelajari setiap bahasa daerah. Untuk itu, dirinya akan berusaha meminta kepada pemerintah provinsi, kabupaten/kota termasuk Kementerian Pendidikam dan Kebudayaan untuk memberikan beasiswa tersebut.

”Kalau perlu mah itu digratiskan aja biar negara yang membiayai atau pemerintah daerah yang membiayai,” harapnya.

Untuk menjaga perkembangan bahasa Sunda, Cucu juga meminta kepada beberapa perguruan tinggi di Kota Bandung, yaitu UPI Bandung dan Unpad Bandung agar membuka program S3 jurusan bahasa Sunda. Sebab, selama ini mahasiswa yang ingin mengambil program S3 bahasa Sunda harus ke Belanda karena di Indonesia tak ada satu pun universitas yang membuka program tersebut.

”Kalau kita dorong guru ke depan dengan kompetensi dan akademisinya dan ada bahasa Sunda di kita, maka orang lain dari luar negeri juga akan belajar bahasa Sunda di kita,” pungkasnya. (mg1/rie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.