Niko menambahkan, pihaknya juga sudah meminta keterangan dari kakak ipar Neneng, Lili, yang diduga mengetahui bahwa Neneng menyimpan kerangka suami dan anaknya di dalam rumah.
“Kami sudah meminta keterangan dari Lili, kakak ipar Neneng. Lili mengaku tahu kalau ada kerangka di rumah itu, dan dia sudah meminta Neneng melaporkannya ke pihak berwaji, tapi ditolak oleh Neneng,” terang Niko.
Niko melanjutkan, pihaknya sempat menerima pengakuan dari Neneng jika anaknya, Hera, meninggal karena mendapat guna-guna dari orang tak dikenal.
Baca Juga:60 Pekerja Sosial Mendapatkan SertifikasiUsai Dipecat, Sigit Bergabung ke PPP
“Neneng berkeyakinan anaknya Hera disantet, makanya sampai meninggal. Tapi sempat sebelum meninggal dibawa ke rumah sakit, dan divonis menderita TBC oleh dokter,” kata Niko.
Terkait penetapan status, Niko belum bisa memastikan selama dokter poli jiwa RS Dustira yang menangani Neneng belum memberikan lampiran hasil observasi.
“Harus menunggu dulu hasil observasinya seperti apa. Karena kalau kondisi kejiwaannya ternyata terganggu, ya kasusnya tidak bisa dilanjutkan. Tapi kami tetap akan melaksanakan pembongkaran makam Nanung dan Hera, terlepas dari seperti apa kondisi Neneng,” pungkasnya.(ziz/yan)
