Jenguk Mama Santiong, Uu Minta Kapolda Jabar Tuntaskan Kasus

Jenguk Mama Santiong, Uu Minta Kapolda Jabar Tuntaskan Kasus
0 Komentar

Bandung-Bakal Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum meminta Kapolda Jabar untuk menuntaskan kasus penganiayaan KH Umar Basri atau sering disebut Mama Santiong.

“Saya berharap agar pihak aparat penegak hukum bisa segera mengusut pelaku penganiayaan kepada ulama yang menjadi panutan umat di Jawa Barat ini,” tuturnya usai menjenguk Pengasuh Pondok Pesantren Al Hidayah Santiong Cicalengka Kabupaten Bandung, di Rumah Sakit Al Islam Bandung tempat KH Umar Basri dirawat, Selasa (30/01/2018).

Pasalnya lanjut Uu yang juga menjabat sebagai Bupati Tasikmalaya, tindakan penganiayaan itu jelas melanggar terlebih ulama yang seharusnya dihargai dan dijaga mengingat dedikasinya untuk umat Islam.

Baca Juga:Jenguk Kiai Emon, Sekjen PBNU Sampaikan Hal IniSulitnya Upaya Penyelamatan Buaya Berkalung Ban di Palu

“Maka dari itu, Kami sangat prihatin dengan tindakan penganiayaan kepada Mama Santiong yang dilakukan olehborang tidak dikenal,” jelasnya.

Uu yang merupakan Cucu Pendiri Pondok Pesantren Miftahul Huda KH Choer Affandi sengaja menjenguk Mama Santiong untuk memberikan dukungan moral. Sebab selain atas dasar kepedulian, juga atas nama sesama keluarga besar dari pesantren. Saat menjenguk pun dirinya merasa terharu mendengar cerita yang dialami oleh Mama Santiong.

“Tadi, setelah mengalami penganiayaan. Mama banyak bercerita kepada saya tentang perisitiwa penganiayaan yang dialaminya. Saat menjenguk saya pun bertemu dengan keluarga besar Mama Santiong dan para santrinya,” terangnya.

Saat menjenguk, dirinya melihat Mama Santiong masih mengalami sejumlah luka di bagian wajah. Mama Santiong sempat bercerita jika kejadian penganiayaan tersebut terjadi hendak mengajar santrinya di madrasah pada Sabtu (27/1/2018).

“Tokoh NU di Jawa Barat yang dikenal dengan Nama Santiong itu dianiaya orang tidak dikenal usai melaksanakan ibadah shalat subuh berjamaah di Masjid Al Hidayah dengan para santrinya,” katanya.

Sesaat setelah kejadian, Mama Santiong bercerita jika tidak minta dibawa ke rumah sakit tetapi minta dibawa ke madrasah untuk mengajar para santrinya. Padahal kondisinya sedang luka parah dan berlumuran darah.

“Kecintaan untuk terus memberikan pendidikan kepada para santri, mengalahkan kecintaan kepada dirinya. Sebuah pengorbanan yang sangat luar biasa yang ada pada diri Mama Santiong,” katanya.

0 Komentar