oleh

Petani Keluhkan Melonjaknya Harga Pupuk

CIMAHI – Petani di Kota Cimahi mengaku keluhkan harga pupuk yang terus melonjak naik dalam beberapa bulan terakhir.

Rizal Kusnandar, 43, salah seorang petani di Cimahi mengatakan, belakangan ini harga pupuk di Kota Cimahi mengalami kenaikan hampir 100 persen.

“Pupuknya sih gak langka, cuma mahal. Pupuk MSG tadinya Rp 2 ribu sampai Rp 3 ribu, sekarang Rp 5 ribu per kg,” katannya, saat ditemui dalam acara penerimaan Kartu Tani di Pemkot Cimahi, Jalan Demang Hardjakusumah, kemarin (28/12).

Rizal mengungkapkan, memang jika membeli pupuk dengan kuantitas banyak atau sekarung langsung, harga pupuk akan lebih murah, namun bagi dirinya dan petani lain tidak mampu untuk memberi langsung banyak. Sehingga, mayoritas dari petani membeli pupuk secara eceran.

Menurutnya, naiknya harga pupuk tidak sesuai dengan harga daya beli petani. Akibatnya, petani terpaksa harus menerapkan sistem ijon “Jadi, modalnya dari bandar, pas panen dibeli sama bandar, mau harga murah mau mahal,” ujarnya.

Sehingga dengan sistem ijon, para petani kecil khususnya, tidak pernah mendapat keuntungan karena harga tanam terkadang tidak sesuai dengan harga beli.

Ia berharap, dengan diterbitkannya Kartu Tani dapat mengurangi beban petani dalam pengadaan pupuk. Sehingga petani kecil bisa menikmati hasil panen.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.