Resmi Depak Deddy Mizwar

Resmi Depak Deddy Mizwar
HENDRA EKA/JAWA POS
IKLIM BARU: Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (tengah) bersama Presiden PKS Sohibul Iman (empat dari kanan) didampingi Rachmawati Soekarno (tiga dari kiri), usai jumpa pers, kemarin.
0 Komentar

Di sisi lain, berubahnya peta politik pemilihan gubernur (Pilgub) Jawa barat 2019 makin dinamis setelah Golkar meninggalkan Ridwan Kamil dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendepak Deddy Mizwar.

Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago memprediksi, PKS dan Partai Amanat Nasional (PAN) akan mengikuti Gerindra sebagai pengusung Mayjen (Purn) Sudrajat pada Pilgub Jabar 2018. Sebab, kedua partai itu sudah menjalin kesepakatan koalisi dengan Gerindra pada Pilgub Jabar.

Namun, yang jadi pertanyaan saat ini adalah calon pendamping Sudradjat. Pangi menduga, Sudradjat akan diduetkan dengan kader PKS yang sudah memiliki akar atau basis cukup kuat di Jabar.

Baca Juga:Inter Milan Takluk di Laga Derby della MadonninaMan City Buat 18 Kemenangan Beruntun Usai Tekuk Newcastle

Menurut Pangi, saat ini ada dua kader PKS yang berpeluang mendampingi Sudrajat. Yakni Ahmad Syaikhu atau Netty Heryawan. ”Sekarang posisinya kan cuma PKS yang masih menggantung, sudah clear mengusung Syaikhu,” ujar Pangi.

Sebelumnya, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan Presiden PKS Sohibul Iman menandatangani kesepakatan kerja sama pada pilkada di lima provinsi termasuk Jabar.

Menurut Pangi, kerja sama itu jelas tidak menguntungkan bagi Deddy Mizwar yang sebelumnya digadang-gadang PKS dan PAN.

Dengan demikian, kata Direktur Voxpol Center itu, bila poros koalisi yang dibangun Gerindra itu tak berubah, maka Sudrajat akan berduet dengan kader PKS untuk Pilgub Jabar.

”Sangat mungkin akan terbentuk poros baru Sudrajat-Syaikhu,” ujar Pangi.

Lantas bagaimana nasib ke depan dari pria yang akrab disapa Bang Jack itu?

Direktur Populi Center, Usep S Ahyar mengatakan, apabila Deddy ingin tetap menjadi bagian dari Pilgub Jabar 2018, maka harus menurunkan targetnya menjadi calon wakil gubernur.

”Nah, kalau mau dilamar maka Deddy Mizwar harus menurunkan target menjadi wakil karena peta politiknya sudah berubah,” ujar Usep kemarin (27/12).

Baca Juga:The Reds Jadikan Van Dijk Bek Termahal DuniaBeri Alasan Ganti Ibra

Menurut Usep, Partai Demokrat hanya 12 kursi di DPRD Provinsi Jawa Barat. Sehingga tidak bisa mengajukan sendiri di Pilgub Jawa Barat. Sebab, mekanismenya harus berkoalisi dengan partai lain.

Ditambahkan Usep, Deddy Mizwar sebetulnya juga memiliki potensi meraup suara besar dalam Pilgub Jawa Barat. Sebab, Deddy Mizwar juga dikenal sebagai seorang publik figur yang sudah pasti dikenal semua warga Jawa Barat. Terutama lewat sinetron religi yang biasa diperankannya. ”Deddy Mizwar juga sudah terbukti menjadi penarik massa karena popularitasnya tinggi,” tuturnya.

0 Komentar