Pria Samarinda Ini Berobat ke Bandung

Pria Samarinda Ini Berobat ke Bandung
0 Komentar

BANDUNG – Di era Program JKN-KIS, dalam pelayanan kesehatan terdapat sistem rujukan berjenjang, Hal tersebut dilakukan apabila perujuk tidak dapat memberikan pelayanan kesehatan dikarenakan keterbatasan fasilitas, peralatan kesehatan, dan tenaga medis.

Salah satu Peserta yang harus menjalani rujukan dari Rumah Sakit A. Wahab Sjahranie Samarinda ke Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung, yaitu Sofyan Idup Onol, 69.

Pak Sofyan mengalami gangguan pada retina mata akibat tingginya kadar gula dalam darah sejak tahun 2005, dan pada tahun 2011 mulai mengalami gangguan penglihatan.

Baca Juga:Tanjung Direncanakan Jadi Desa SinggahPemda Beri Penghargaan Kepada Wajib Pajak

Pada September 2016, akhirnya beliau memutuskan untuk melakukan pengobatan Tidak disangka, pengobatan tersebut harus dirujuk ke rumah sakit khusus mata di Bandung, sangat jauh dari tempat tinggalnya. Namun Sofyan merasa yakin dengan Program JKN-KIS dapat membantu masalah kesehatannya.

Sebelum pengobatan mata tersebut, Sofyan adalah Peserta Prolanis di Puskesmas Juanda. “Sejak tahun 2005 sudah terindikasi sakit Diabet Mellitus. Setelah pensiun dan menjadi peserta JKN-KIS, saya rutin berobat di Puskes pakai BPJS”, ujarnya. Selama menjadi Peserta, baik Askes maupun era BPJS Kesehatan, Sofyan biasa melakukan check-up kesehatan setiap bulann. Beliau tidak merasakan perbedaan apapun dalam hal pelayanan kesehatan selama menjadi peserta Program JKN-KIS.

“Selama berobat, tidak pernah diminta iuran sedikitpun”, ujar Nurul istri Sofyan. Bahkan beliau sangat terkesan dengan pelayanan Duta BPJS Center di salah satu Rumah Sakit di Samarinda yang sangat ramah dan sangat membantu.

Sofyan dan istri berpendapat bahwa pelayanan untuk peserta BPJS Kesehatan di fasilitas kesehatan yang ada sudah sangat baik, tetapi peserta juga harus mengikuti prosedur dan sesuai haknya. ***

0 Komentar