oleh

Sudah Ada Tiga Daerah Menolak

jabarekspres.com, BANDUNG – Pemerintah Kabupaten Bandung menegaskan, dengan tipping fee Tempat Pengelolaan dan Pemrosesan Akhir Sampah  (TPPAS) Legoknangka, di Desa Ciherang, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung. Dengan penolakan tersebut, maka sudah tiga daerah yang menolak tipping fee setelah sebelumnya dilakukan Kota Bandung dan Cimahi.

Untuk diketahui, biaya tipping fee yang ditetapkan sebesar Rp 386 ribu per ton dianggap memberatkan pemerintah kabupaten/kota yang berencana membuang sampah ke tempat tersebut.

Baca Juga:  Soal Tipping Fee TPPAS Legok Nangka ke Pemprov Jabar, Pemkot Bandung Harapkan Ini

”Bukan cuma Kabupaten Bandung saja yang keberatan, tapi Kota Bandung dan semua juga keberatan karena terlalu tinggi. Yah mestinya sih bisa Rp 50 ribu per ton. Atau mestinya paling tinggi di kisaran Rp150 atau Rp 200 ribu per ton masih wajar lah,” papar Bupati Bandung Dadang M. Naser kepada wartawan, kemarin (14/11).

Meski begitu, kata Dadang, pihaknya tetap menerima apa yang sudah diputuskan bersama demi kepentingan masyarakat luas. Dirinya berharap ada alternatif pembiayaan lain. Salah satunya dengan mencarikan investor yang mau menanamkan modalnya dalam hal pengelolaan sampah.

Baca Juga:  Pemprov Jabar Terus Matangkan Perjanjian TPPAS Legok Nangka

Tipping fee adalah biaya yang dikeluarkan anggaran pemerintah kepada pengelola sampah, berdasarkan jumlah yang dikelola per ton atau satuan volume (M3).

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Baca Juga