Legislator dari dapil NTT I itu menegaskan bahwa partai koalisi belum ada kesepakatan nama yang akan menjadi calon wakil gubernur mendampingi Emil. Mereka baru akan menentukan calon jika sudah ada nama yang disodorkan Emil.
Sementara itu, Wasekjen DPP PPP Achmad Baidowi mengatakan, penentuan calon wakil Emil sebaiknya dilakukan melalui hasil survei. Sampai saat ini, nama Bupati Tasikmalaya Uu Ruzanul Ulum lebih unggul di beberapa lembaga survei. Sebelumnya, PPP sudah mengumumkan nama Uu sebagai calon wakil gubernur Jabar mendampingi Emil.
Menanggapi calon wakil gubernur yang diusung Partai Golkar, Awiek, panggilan akrab Achmad Baidowi menyatakan bahwa tanpa Partai Golkar, Emil sudah mempunyai tiket untuk maju sebagai calon gubernur.
Baca Juga:Pembawa Flare Akan DiamankanHujan Ringan Sampai Tinggi, BMKG Imbau Tetap Waspada
”Jumlah kursi tidak menjadi jaminan bagi calon kepala daerah untuk memenangkan pilkada,” papar dia saat dihubungi Jawa Pos (Jabar Ekspres) kemarin. Yang menjadi penentu adalah elektabilitas calon.
Menurut dia, banyak calon yang diusung partai dengan koalisi terbatas, tapi bisa memenangkan pesta demokrasi. Emil mengatakan, dia menyerahkan kepada partai koalisi untuk menentukan calon yang akan mendampingi dirinya pada pemilihan gubernur (Pilgub) Jabar tahun depan.
Jika dirinya yang memutuskan, maka dikhawatirkan ada pihak yang tidak bisa menerima. Dia hanya menentukan kriteria, yaitu mempunyai nilai kepemimpinan dan elektabilitas.
”Sedang dimusyawarahkan, kan masih ada dua bulan,” terang Emil saat menghadiri acara peringatan hari pahlawan di kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kemarin. (lum/rie)
