36 Kilogram Sabu Dimusnahkan

36 Kilogram Sabu Dimusnahkan
MUSNAHKAN BARBUK: Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan dan Kepala Badan Narkotika Negara (BNN) RI Komjen Pol Budi Waseso menunjukkan salah satu barang bukti narkotika berupa sabu saat menggelar pemusnahan Barang Bukti narkotika di Depan Halaman Gedung Sate Bandung Jalan Diponegoro, Bandung Jawa Barat, Jumat (10/11).Barang yang dimusnahkan antara lain 36,280 kilogram narkotika jenis sabu, 26 ribu butir pil ekstasi, 560 kilogram ganja, dan 1,4 kilogram AMB Fubinaca atau Narkotika Sintetis.
0 Komentar

jabarekspres.com, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan turut menyaksikan pemusnahan berbagai jenis narkoba di depan Gedung Sate Kota Bandung, kemarin (10/11).

Barang yang dimusnahkan itu antara lain 36,280 kilogram narkotika jenis sabu, 26 ribu butir pil ekstasi, 560 kilogram ganja, dan 1,4 kilogram AMB Fubinaca atau Narkotika Sintetis.

Ahmad Heryawan memberikan apresiasi terhadap keberhasilan Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia maupun Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Barat yang berhasil mengungkap peredaran barang haram tersebut.

Baca Juga:Perekaman Tinggal 3 Persen LagiAnggota Wajib Mundur dari Kepengurusan 

Dalam paparannya dia menyebutkan, ukuran hebat atau tidaknya sebuah daerah dalam mengungkap peredaran Narkoba tidak dapat ditentukan‎ dengan berapa banyak yang berhasil terbongkar. Sebab, permasalahan Narkoba merupakan gunung es yang jika tidak diungkap akan semakin banyak beredar.

‎”Jadi gini, Narkoba itu kan gunung es ya. Jadi ketika banyak disita, ketika banyak yang ketahuan itu belum tentu yang terbanyak di kita, justru itu adalah hasil kerja yang bagus karena Narkoba bisa diungkap‎,” kata Gubernur yang akrab disapa Aher, kemarin (10/11).

‎Menurutnya, pemusnahan Narkoba merupakan wujud nyata dari keseriusan pemerintah agar barang berbahaya tersebut tidak beredar dan membahayakan generasi muda. Sebab saat ini lanjut Aher, Narkoba sudah sangat membahayakan masyarakat dan perlu ada tindakan antisipasi nyata dari semua kalangan.

Selain antisipasi yang dilakukan aparat Tentara Nasional Indonesia‎ (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan juga BNN dalam menangkal peredaran Narkoba dari luar. Pemerintah dan masyarakat juga diimbau turut berperan dalam melakukan menangkap peredaran Narkoba tersebut.

Dikatakan Aher, yang terpenting saat ini adalah bagaimana caranya mengurangi dan menghilangkan demand (permintaan) terhadap Narkoba. Sebab, ketika permintaan hilang dan generasi muda tidak lagi tertarik pada Narkoba akan menjadi sebuah penyelesaian.

”Salah satu program kerja keras kita ke depan adalah kita ingin memagari, mencegah Narkoba untuk masuk ke ruang-ruang kehidupan masyarakat khususnya generasi muda,” kata dia.‎ (mg1/ign)

0 Komentar