oleh

304 Siswa Ikut Kemah Bandung Masagi

Selanjutnya Elih menjelaskan, secara umum tujuan model karakter Bandung Masagi adalah mewujudkan generasi yang memiliki karakter jujur, berani, percaya diri, tangguh, peduli, tekun, adil, toleran, disiplin, mandiri, kritis, inisiatif, kreatif, ramah, bertanggung jawab, sederhana, sabar, kerjasama, cekatan, dan sadar diri yang berlandaskan filosofi nilai-nilai kearifan lokal budaya Sunda.

”Yaitu silih asih, silih asah, silih asuh, dan silih wawangi. Secara khusus tujuan kemah Bandung Masagi adalah mengkokohkan pelajar Bandung agar berkarakter masagi dan dapat terimplementasikan pada kehidupan sehari-hari serta menjadikan peserta kemah Bandung masagi sebagai model pembaharu karakter baik di sekolah masing-masing,” katanya.

Diceritakan Elih, Kemah Bandung masagi dilaksanakan untuk pengokohan nilai-nilai kearifan lokal budaya sunda silih asih, silih asah, silih asuh, dan silih wawangi yang dikemas dalam empat komponen Bandung Masagi yakni cinta religi, jaga budaya, cinta lingkungan dan bela negara yang telah dilakukan melalui dua strategi implementasi lainnya yaitu PLS dan pembiasaan di sekolah.

”Wanadri sebagai bagian penting dalam implementasi model Pendidikan karakter Bandung masagi melalui kemah bersama-sama dengan tim pokja Bandung masagi berancang kegiatan kreatif, menarik, menyenangkan serta mengandung nilai-nilai pengokohan 20 karakter baik yang termuat dalam model Pendidikan karakter Bandung masagi. Mengokohan  nilai-nilai karakter baik dilakukan dalam seluruh rangkaian kegiatan yang dirancang,” imbuhnya.

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Baca Juga