Dahlan menceritakan pula soal pengembangan inovasi tenaga torium untuk sterilisasi. Menurut Dahlan, selama ini proses sterilisasi dilakukan di Cikarang. Barang-barang dari Jatim selama ini harus diangkut ke Cikarang dulu untuk sterilisasi, baru kemudian dikembalikan ke daerah asal. ”Ini ruwet sekali dan saya tahu Pak Presiden benci sekali dengan keruwetan seperti ini,” katanya.
Sementara itu, terkait transformasi media di era digital, Jokowi berharap media bisa memberikan narasi kepada publik yang mendorong kreativitas inovasi. Misalnya dengan mengambarkan informasi yang bisa menumbuhkan optimisme publik.
”Pemberitaan media jangan sekedar informatif, tetapi juga menumbuhkan pola pikir dan mindset baru,” ujarnya.
Baca Juga:Mogok Masal DitangguhkanPetani Sayuran Belum Merasakan Untung
Menurut dia, jurnalis harus bisa memberikan bimbingan pada masyarakat di tengah belantara informasi. Sehingga masyarakat bisa mendapatkan informasi yang relevan dan bisa dipercaya.
Media juga harus bisa menjangkau generasi Y atau milenial. Generasi ini menurut Jokowi akan menentukan arah pasar dan politik. Nah, generasi inilah yang sangat melek dengan inovasi teknologi. ”Gen Y ini sekarang apa-apa carinya tinggal klik. Nah kita harus punya persiapan ke arah itu,” pesannya. (gun/sep/deb/eko/ang/rie)
Presiden Dorong Inovasi
Presiden Jokowi mengungkapkan, regulasi yang berbelit akan mengancam inovasi di Indonesia. Ada puluhan ribu aturan yang dia sebut mengikat anak bangsa untuk berlari membangun negeri. Berikut beberapa poin pernyataan RI-1 di Graha Pena Surabaya tadi malam.
- Pangkas regulasi yang berbelit. Terhitung, ada sekitar 42 ribu peraturan dari pusat sampai daerah.
- Indonesia jangan menjadi negara yang berorientasi prosedur. Harus menjadi negara yang berorientasi hasil.
- Dalam inovasi, pasti ada yang gagal dan berasil. Jangan lantas yang gagal terus dipermasalahkan. Nanti tidak ada yang berani berinovasi.
- Harus dibuka kesempatan yang luas untuk para peneliti dan ahli Indonesia agar mereka tidak tercerai-berai di luar negeri. Kesempatan akan membuat mereka mau berkarya di Indonesia.
- Dunia pendidikan harus mau berubah. Fakultas dan jurusan harus menjawab tantangan zaman.
