Berkaitan dengan Medsos Emil mengingatkan dengan Medsos dan teknologi bahkan bantuan yang dikumpulkan sudah sampai saat ini di sana, tapi apabila dipakai keburukan contoh ada Saracen itu akan membawa keburukan ke banyak hal dan bisa memecah belah persatuan.
”Itulah medsos, bila digunakan buat kebaikan hasilna baik, intinya Sosmed kalo dipake positip bisa sangat membantu tapi kalo dipake keburukan juga bisa sangat destruktif,” tegasnya.
Wali Kota muda ini mengatakan sebaik-baiknya manusia adalah yang tanggannya di atas jangan di bawah dan paling baik jadi manusa yang memberi bukan meminta. Dia juga mendoakan agar semua menjadi warga yang tangannya di atas dan bukan di bawah sehingga selalu bisa membantu saudaranya yang kesusahan dimanapun berada. ”Mudahah-mudahan Rohingnya bisa menjadi motivasi kita untuk membantu dan meningkatkan ukhuwah bagi umat muslim dan meningkatkan kekompakan diantara kita khususnya Warga Bandung dan Indonesia umunya,” pungkasnya
Baca Juga:Pamriadi Gelar Gerak Jalan Kebangsaan di Cempaka MekarBold Xperience Night Road Race The Series 2017
Sementara itu dihadapan tamu yang didominasi Legiun Veteran dan ibu-ibu rumah tangga Ustadz Evie Effendi menyampaikan tausiahnya. Dia berkelakar berkaitan dengan medsos dan kebahagiaan warga Bandung serta bagaimana warga Bandung harus bisa bersyukur dibanding dengan apa yang terjadi dengan saudara muslim di Rohingya. ”Manfaatkan momen didunia dengan banyak beramal dan menjadi bermanfaat bagi sesama, kita prihatin dengan rohingya dan harus bisa bersyukur pada diri kita dan harus bisa menolong sesama,” ujarnya.
Ustadz Evie juga menambahkan Bandung adalah kota yang Bahagia, bahagia adalah suatu hal yang bisa diciptakan dan bukan diberikan serta dicari. Rasa bahagia bisa dengan hal yang telah kita miliki asal dengan rasa syukur dan Ikhlas. ”Bahagia adalah hal yang bisa kita ciptakan jangan melihat orang yang ada diatasmu karena strata sosial karena akan memperkecil, nikmat kepada kita,” tegas Evie.
Lebih Lanjut Ustadz Evie menambahkan, warga Bandung adalah warga yang bahagia dan berharap dalam menciptakan kebahagiaan ,Warga Bandung tetap tidak lupa dengan penderitaan saudara Kita di Rohingya yang sedang diuji. ”Kita harus luruskan niat untuk tetap lillahi taala, meski jauh dari Rohingya minimal kita hatus tetap berdoa dan bisa memberikan yang terbaik dan memberi solusi jangan sensasi saja,” jelasnya. (hms/ign)
