Pulen dan Wanginya Diakui di Beberapa Negara

perbatasan RI
ASRULLAH/RADAR NUNUKAN
TAK DIPERHATIKAN: Aparat Indonesia yang bertugas di pos perbatasan Indonesia-Malaysia di Krayan, baru-baru ini.
0 Komentar

Menurut Camat Krayan Helmi Pudaaslikar, pihaknya sebenarnya sudah tanpa henti meminta agar infrastruktur di wilayahnya diperbaiki. Tapi, sampai sekarang tak ada hasil.
”Sampai kapan mau menunggu? Lima hingga puluhan tahun ke depan belum tentu ada. Apakah ini bakal terus terjadi,” ujar Kepala Desa Long Katung (salah satu desa di Krayan) Ervan secara terpisah.
Dengan kondisi seperti itu, tak mengherankan kalau 99 persen kebutuhan sembako di Krayan dipasok dari Malaysia. Termasuk empat kecamatan lain.
Pilihan bagi warga Krayan untuk menjual hasil bumi otomatis hanya ke wilayah Malaysia yang bisa dijangkau dari darat. Lebih murah, lebih efisien. Apalagi, banyak tengkulak dari Malaysia yang berburu langsung dari pintu ke pintu ke Krayan.
Karena tak ada pilihan lain tersebut, para tengkulak dari Malaysia jadi bisa mempermainkan harga. Para petani Krayan otomatis harus menurut dengan harga yang ditawarkan yang tak memberikan banyak keuntungan. ”Petani sulit untuk menahan beras mereka agar harga bisa lebih tinggi. Sebab, menjual beras itu berkaitan langsung dengan pemenuhan kebutuhan mereka,” kata Heru.
Beras Adan merupakan tanaman organik. Tak memakai pupuk kimia. Karena itu, dikenal sangat pulen dan wangi. Konon, beras yang memiliki tiga varian -merah, hitam, dan putih- itu sangat disukai keluarga Kesultanan Brunei Darussalam.
”Jika dibandingkan dengan harga beras biasa, beras Adan memang mahal. Namun, kualitas dan rasa dari beras ini tidak ada duanya. Ini telah diakui sejumlah negara,” kata Heru.
Sejak 2012, beras Adan sejatinya telah diakui sebagai hasil produksi Krayan. Melalui Sertifikat Indikasi Geografis Beras Adan Krayan dengan nomor ID G 000000013 dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).
Beras Adan dahulu ditanam di sawah dataran tinggi dengan cara menyebar benih secara acak. Kini pembenihannya dibuat persemaian.
”Benih padi direndam dulu sehari semalam, diangkat, didinginkan, lalu disemai kembali. Benih ditebar dan tumbuh. Setelah tumbuh, padi dipindahkan ke sawah yang sudah disiapkan,” kata Juliati, salah seorang petani.
Di Sarawak, beras Adan dikenal sebagai beras Bario. Sekalipun mungkin ada petani di Sarawak yang menanamnya, para petani Krayan yakin rasanya bakal berbeda dengan yang dihasilkan di Krayan.

0 Komentar