PKB Minta Nasihat Kiai

jabarekspres.com, NGAMPRAH– Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bandung Barat berencana akan mengundang para kiai sepuh untuk meminta saran dan nasihat dalam menentukan bakal calon bupati (Balonbup) menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Bandung Barat 2018.

Ketua DPC PKB Kabupaten Bandung Barat, Ade Wawan mengungkapkan, selain untuk meminta nasihat para kiai, undangan ini sekaligus untuk memperingati hari lahir (harlah) PKB ke-19 yang jatuh pada 23 Juli 2017. “Para kiai itu merupakan orangtua kami. Sehingga dalam menentukan balonbup sudah menjadi tradisi untuk meminta arahan dan nasihan hasil istikhoroh kiai seperti dari Suriah PCNU. Karena di PKB itu ada dua macam survei. Pertama, survei akademis, kedua survei langitan yang berarti pendapat dari para kiai,” kata Ade saat dihubungi, Minggu (23/7).

Di samping meminta nasihat kiai, kata Ade, sampai saat ini pihaknya juga terus menjalin komunikasi politik dengan partai lainnya. Namun, terkait soal koalisi, PKB memastikan tetap konsisten dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI). “Kalau komunikasi politik tentu dilakukan hampir dengan seluruh partai. Tapi, kalau bicara soal koalisi, kami masih konsisten dengan PPP dan PKPI yang sudah terbangun dan memiliki 10 kursi. Artinya sudah bisa mengusung calon,” terangnya.

Menurut Ade, berbicara calon yang akan diusung tentu akan dibicarakan bersama partai koalisi. Bahkan, beberapa nama seperti Aa Umbara Sutisna, Maman S Sunjaya, Doddy Imron Cholid, Elin Suharliah sudah masuk dalam pembahasan di internal PKB. “Tapi, kami belum menentukan siapa yang akan kita usung karena harus dibahas lagi di partai koalisi yang sudah kami bangun. Targetnya Agustus nanti sudah ada nama yang kita akan usung,” ujarnya.

Dalam menentukan bakal calon bupati, sebut Ade, tentu pihaknya akan mempertimbangkan dari sisi visi misi yang akan dibangun, target kerja dari bakal calon hingga komitmen politik bersama partai. “Tidak asal pilih mengusung calon. Karena harus melihat visi misi dan komitmen politik yang akan dibangun dengan partai. Artinya tidak hanya sekadar ikut maju, tapi harus benar-benar menang dalam Pilkada nanti,” ujarnya.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan