”Kuota untuk berhaji tahun ini bertambah menjadi 2.587, padahal tahun lalu hanya 1.942 orang. Kuota tersebut sesuai dengan pemberian kuota dari Saudi. Ini menunjukkan tingkat kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bandung semakin maju,” kata Dadang.
Dadang mengungkapkan, dari angka tersebut, jumlah Tim Pemantau Haji Daerah (TPHD) dan pembimbing di Jabar diberi jatah sebanyak 259. Untuk Kabupaten Bandung diberi jatah 7 orang. ”Kami berharap tahun depan TPHD Kabupaten Bandung bisa bertambah menjadi 15 orang,” ucapnya sambil berharap, warga yang berhaji menjadi haji mabrur dan pemegang amanah untuk kepentingan umat.
Dadang mengimbau, kepada para calon jemaah haji supaya senantiasa niatkan ibadah untuk berhaji. Tidak perlu memikirkan belanja dan oleh-oleh saat berada di tanah suci. ”Niatkan ke Makkah untuk menunaikan ibadah haji. Jangan niatnya belanja. Pahami syariat haji, pelajari lintas sosial dan budaya di sana,” imbuhnya.
Baca Juga:Melanjutkan Pendidikan Tidak Harus Sekolah NegeriPendaftar Menumpuk di Sekolah Favorit
Sementara itu, Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bandung Dah Saefulloh menjelaskan, jumlah kuota calon jamaah haji Jawa Barat, 38.852 orang, (38.593 jemaah dan 259 TPHD), dan 2.587 untuk Kabupaten Bandung.
”Kuota jemaah haji Kabupaten Bandung sebanyak 2.587 ini, berasal dari 35 KBIH dari 31 Kecamatan. Kuota terbanyak Kecamatan Margaasih 365 calon jamaah, Rancaekek 206 orang, Cileunyi 196, Margahayu 137 dan Kecamatan Baleendah 136,” jelasnya.
Sedangkan kuota terkecil, lanjut Dah, yakni Kecamatan Rancabali 14 jamaah, Cangkuang 14 orang, Arjasari 18 orang, Nagreg 23 orang dan Kecamatan Ibun sebanyak 23 orang.
”Pelaksanaan keberangkatan Jemaah calon haji Kabupaten Bandung dibagi menjadi 6 kloter, dengan pemberangkatan pertama dilaksanakan pada 28 Juli 2017 menuju Bekasi, dilanjutkan pemberangkatan ke mekah pada 29 Juli,” paparnya. (ziz/yul/rie)
