Pastikan Pemotongan TKD, Untuk PNS Yang Bolos Kerja

Pastikan Pemotongan TKD, Untuk PNS Yang Bolos Kerja
AMRI RACHMAN DZULFIKRI/JABAR EKSPRES
RUANG PUBLIK: Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung memberikan sosialisasi kepada warga terkait peraturan tentang ruang terbuka di kawasan Taman Alun-alun Kota Bandung, Jalan Dalemkaum, Kota Bandung, kemarin (3/7). Sosialisasi peraturan tersebut di antaranya larangan buang sampah, merokok sembarangan, merusak tanaman, berjualan dan membeli di zona merah, serta makan dan minum di kawasan rumput sintetis taman Alun-alun.
0 Komentar

jabarekspres.com, BANDUNG – Meski sudah mendapatkan cuti panjang, namun hal tersebut tidak merangsang PNS tertib. Masih banyak yang tidak hadir pada hari pertama kerja.

Berdasarkan catatan, sebanyak 514 orang ASN di Pemkot Bandung tidak hadir dalam apel pertama kerja. Jumlah tersebut 3 persen dari total 17.149 ASN yang berasal dari 76 SKPD, 30 kecamatan dan 151 kelurahan.

Di Kabupaten Bandung terhitung mending. Dari total sekitar 4.554 orang, 49 orang PNS tidak masuk kerja dengan alasan tugas di lapangan dan sakit.

Baca Juga:PPDB SMA/SMK Dilakukan Online90 Ribu Wisatawan Serbu Palabuhanratu

Menyikapi hal itu, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menegaskan, akan memberikan sanksi berupa teguran dan pengurangan pendapatan atau tunjangan kerja dinamis (TKD).

”Yang pasti dalam kontek ke disiplinan itu akan mendapatkan teguran. Konteks kedisiplinan dengan pendapatan itu di Kota Bandung berbanding lurus dengan pendapatan,” tuturnya kemarin (3/7).

”Jadi kalau mereka tidak disiplin, banyak melanggar, maka penghasilannya (TKD, Red) saya potong,” sambungnya di Balai Kota Bandung.

Di bagian lain, pria yang akrab disapa Kang Emil itu juga menjamin, mereka yang rajin mereka dan memiliki inovasi akan mendapatkan tunjangannya lebih besar. Dia mengklaim, hingga saat ini, Pemkot Bandung menjadi pemerintahan dengan tunjangan terbesar di Jawa Barat.

”Kepada mereka yang malas kinerjanya yang di bawah standar itu juga kita potong. Kemaren sudah ketahuan dalam rapat kerja,” lanjutnya.

Dia memerinci, ASN yang kerja malas akan berdampak besar pada TKD. Tahun-tahun sebelumnya, keadilan kepada ASN tersebut cenderung buta. ”Dulu mau rajin tidak rajin penghasilan sama. Kalau sekarang tidak lagi, harus bisa mencapai 6.000 menit dalam satu bulan. Jadi kepada yang mereka yang terlambatnya tidak masuk akal, tentunya dengan mudah kita potong,” paparnya.

Emil mengungkapkan, saat ini kehadiran di tingkat kecamatan sudah mulai baik. Bahkan, dari laporan kehadiran mencapai 100 persen. Namun begitu, namanya manusia, tidak semuanya sama. ”Yang terlambat sebanyak 15 orang,  tapi yang pasti hadir semua intinya semua ASN di Kota Bandung sudah full speed,” tandasnya.

Baca Juga:Spaso Bakal Prioritaskan PersibFilm Jailangkung Telah Ditonton 1,4 Juta Orang

Sementara itu, Kepala Sub Bagian Pengelolaan Data dan Informasi Arif Muhammd Rizal menegaskan, ASN yang masuk di hari pertama ini mencapai 97 persen. Tercatat 3 persen yang tidak masuk karena izin, sakit, cuti dan tidak absen.

0 Komentar