Mendikbud Terlalu Matematis

Sementara itu, Bunda Literasi Jawa Barat Netty Heryawan tanggapi kebijakan sekolah lima hari secara netral. Dia mengaku, menyerahkan sepenuhnya pada kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI dan para pakar.

”Apapun (keputusan) yang kemudian diambil, kebijakan dari tingkat pusat atau dari kementerian, tentu harus berdasarkan kajian para ahli yang memang expert di bidangnya masing-masing. Termasuk dalam konteks memutuskan lama jam belajar anak-anak kita,” kata Netty usai Berbagi dan Berbuka Jabar Ekspres Bersama Anak Yatim dan Dhuafa, di Gedung Graha Pena Jabar Ekspres Jalan Soekarno Hatta nomor 627 Bandung, Rabu (14/6) lalu.

”Mau dibuat lima hari atau mau dibuat full-day, tentu harus ada kajiannya, itu yang terpenting,” sambungnya.

Netty berharap, hasil putusan Kemendikbud dapat mewujudkan penyelenggaraan sistem pendidikan, termasuk didalamnya kurikulum dan metodologi, yang mengedepankan prinsip kepentingan terbaik bagi anak. Termasuk sesuai dengan fungsi pendidikan sebagai ruang, di mana anak belajar lebih tahu (learn to know), mau melakukan sesuatu (learn to do), mulai menjadi sesuatu (learn to be), dan bisa berinteraksi di lingkungannya (learn to live together).

Menurut Netty, dunia anak adalah dunia bermain dan berekspresi. Sehingga sejatinya pendidikan akan membuat ruang-ruang kebebasan berekspresi bagi anak, dan membuka ruang menyatakan pendapat maupun ruang untuk mengoptimalkan berbagai jenis kecerdasan anak.

Perlu digarisbawahi, kata Netty, bukan hanya kecerdasan hitung (matematik) saja yang menjadi ukuran keberhasilan pendidikan, tetapi juga kecerdasan pemecahan masalah (problem solving), kreativitas, berpikir kritis, dan kecerdasan lainnya.

”Jadi jangan sampai ada sebuah pemaksaan, ide-ide atau gagasan-gagasan orang dewasa yang kemudian tidak memenuhi kebutuhan fisik, emosi dan sosial anak,” urainya.

Lebih lanjut Netty berpendapat, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh lama belajar anak, tapi seperti apa metodologi yang digunakan dalam proses belajar mengajar, serta seperti apa SDM yang terlibat.

Netty sangat berharap anak-anak bisa menikmati masa tumbuh kembangnya baik di rumah maupun di sekolah, menikmati setiap mata pelajaran yang diselenggarakan, menyukai guru-guru dan cara guru menyampaikan pelajaran. Netty juga inginkan sekolah menjadi rumah kedua bagi anak, yang menjamin rasa nyaman, aman dan memberikan penghargaan yang seluas-luasnya bagi kecerdasan yang mereka miliki.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan