Untung, pada saat yang sama, dukungan kepada mereka juga mengalir. Baik dari Indonesia maupun mancanegara. Mulai Malaysia, Thailand, Inggris, hingga Israel. ”Termasuk dari negara-negara lain yang kami aja cuma tahu di peta,” timpal Siti.
VoB sebenarnya bukan satu-satunya band dengan musisi berjilbab yang dikenal luas. Di Bandung juga ada Meliani Siti Sumartini, gitaris metal yang video-videonya di YouTube disaksikan jutaan viewer. Ada pula Gisele Marie Rocha. Bersama saudara lelakinya, gitaris bercadar asal Sao Paulo itu bermain di band Spectrus.
Yang lebih menguatkan Firda, Siti, dan Wida, keluarga akhirnya juga mulai mendukung. Alasannya sederhana, karena mereka sudah wira-wiri di televisi nasional.
Baca Juga:Resmi, Luciano Spalletti Pelatih Baru Inter MilanIbrahimovic Resmi Tinggalkan Man United
”Kalau di keluarga kami mah, tampil di televisi itu berarti sudah menjadi artis, hehehe,” tutur Siti yang akan merayakan ulang tahun ke-17 pada 17 Agustus mendatang.
Tetangga-tetangga dan kawan-kawan sekolah yang sebelumnya menganggap aktivitas VoB aneh juga mulai perhatian. Permintaan berfoto bareng datang dari kawan-kawan sebaya. ”Biasanya kalau kami muncul itu yang merubung ibu-ibu dan anak-anak,” ucap Firda tersipu.
Tapi, popularitas yang melambung itu tak sampai mencabut Firda, Siti, dan Widi dari bumi tempat mereka berpijak. Firda, misalnya, sempat menjadi guru ngaji di kampung. Muridnya banyak.
Namun, karena kesibukan ngeband, dia beberapa kali absen. Suatu ketika sudah ada guru pengganti bagi para santri cilik itu.
Meski demikian, beberapa kali murid-murid mengajinya mendatangi rumah dan menanyakan mengapa dia tidak mengajar lagi. ”Saya bilang ke mereka, sudah ada guru pengganti yang lebih berpengalaman,” tuturnya.
Beberapa bulan terakhir, rata-rata dalam sebulan mereka bisa manggung hingga lima kali. Kebanyakan berupa acara amal. Tapi, ada pula di beberapa acara mereka diberi honor.
Tentu saja itu sangat mereka syukuri. Setidaknya, dalam periode tertentu, mereka tidak perlu meminta uang jajan kepada orang tua.
Baca Juga:Kodam III/Siliwangi Santuni Anak YatimPemkab Lakukan Pembenahan, Meskipun Dapat WTP
Hanya, persoalannya, sekolah masih berkeberatan memberikan dispensasi. Jadilah mayoritas tawaran manggung yang diterima berlangsung pada akhir pekan.
Tapi, sesekali mereka juga main di tengah pekan. Kalau sudah demikian, mereka pun harus belajar ekstra untuk mengejar ketertinggalan pelajaran.
