Banjir Bandang Tewaskan Ibu-Anak

Banjir Bandang Tewaskan Ibu-Anak
MERATAP: Hamid tampak memeluk anaknya yang tewas terseret banjir, kemarin.
0 Komentar

Sementara itu, hujan deras masih mengguyur sejumlah wilayah di Bandung Raya membuat permukaan air di sejumlah saluran drainase dan sungai meningkat. Terparah, ratusan rumah di warga Dayeuhkolot sudah mulai terkepung air.

Salah seorang warga Kecamatan Dayeuhkolot, Ulfah Fauziah 23, mengatakan, akibat hujan terus menerus Sungai Citarum tambah meluap dan merendam ribuan rumah di Desa Dayeuhkolot, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, sehingga, warga sudah mulai mengungsi ke sejumlah tempat yang sudah disediakan.

Selain itu, katanya, akses jalan menuju Kota Bandung dan sebaliknya sudah sulit untuk dilalui. Sebab, ruas jalan menuju Kota Bandung mulai terendam banjir.

Baca Juga:Gubernur Tekan MoU Geopark CiletuhLurah Selamat karena Rapat

”Wilayah Dayeuhkolot sudah mulai terkepung banjir. Warga Dayeuhkolot kalau mau mengungsi ke rumah saudaranya yang berada di Kota Bandung sudah tidak bisa, karena semua jalur terendam banjir,” kata Ulfah, kemarin malam.

Koordinator pengungsi di Aula Inkanas Baleendah, Atep Wahidin, mengatakan warga kembali berdatangan sore dan malam hari, Senin (27/2). Hal ini disebabkan permukaan Sungai Citarum terus meningkat dan hujan terus turun sampai sore hari.

”Sudah ada 24 keluarga atau 58 jiwa pengungsi yang ada. Jumlahnya terus bertambah karena ketinggian air di permukiman sudah 1,5 meter. Warga sudah bersiap mengungsi, kebanyakan malam hari,” kata Atep di Aula Inkanas Baleendah.

Di pengungsian tersebut, katanya, sarana air bersih sudah tersedia. Hanya saja, belum ada pemeriksaan kesehatan ataupun bantuan logistik. (yul/don/rie)

0 Komentar