Hapus Dikotomi Negeri Swasta

Hapus Dikotomi Negeri Swasta
Suhendrik/jabar ekspres
JALAN KEBERSAMAAN: Kabid SMA Disdik Jabar Dr Dadang Rahman MPd (keenam dari kiri), Ketua FKKS Kota Bandung Drs Usman MSi (kelima dari kiri) bersama para kepala SMA swasta di Pangandaran, kemarin (26/2).
0 Komentar

Dia menambahkan, dari 111 sekolah swasta yang ada di Kota Bandung, sebanyak 87 unit di antaranya mendapat dana bantuan sosial sekolah dari pusat. Besaran BOS di Kota Bandung sebesar Rp 30,482,640,000

”Mari perkecil disparitas perbedaan mutu pendidikan, Insya Allah. PPDB memang jadi sorotan masyarakat. Tapi, jangan sampai sorotan masyarakat itu merusak pendidikan. Dan semua itu dilakukan dengan kebersamaan. Komunikasi internal itu perlu dibangun. Baik ke dalam maupun keluar,” ungkap dia.

Sementara itu, Ketua FKKS Kota Bandung Drs Usep MSi mengatakan, penjelasan yang disampaikan Dadang dalam pertemuan, lebih dari harapan SMA swasta. Di samping, forum sudah merencanakan pertemuan tersebut. Dengan harapan, bisa jadi organisasi profesional untuk memajukan sekolah swasta. ”Kami hadirkan Pa Kabid untuk mendengar perkembangan pasca alih kelola bagi sekolah swasta,” terang dia.

Baca Juga:Rendam Ratusan Rumah, Warga Kabupaten Bandung Bosan KebanjiranBerharap Tak Cedera Parah

Dirinya berharap, hal yang sudah jadi program Bidang SMA, Disdik Jabar berhasil dan dilaksanakan serentak se-Jabar.

Senada, Kepala SMA BPI 2 Kota Bandung Iding Sunardi merasa, makin lebih memiliki rasa tanggung jawab pada mutu, sebagai kepala sekolah setelah mendengar penjelasan Dadang. Semakin percaya pada Pemprov Jabar karena telah menempatkan SMA swasta sejajar dengan sekolah negeri.  ”Kami mengapresiasi. Kami salama ini kan selalu curiga. Sekarang lebih punya pandangan lebih baik,” papar dia. (hen/rie)

 

0 Komentar