BANDUNG – Semangat gotong royong kembali terpancar di Desa Cipelah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung. Pada Sabtu malam, 28 Februari 2026, mulai pukul 20.00 WIB hingga larut malam, anggota Satgas Tugas Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-127 Kodim 0624/Kabupaten Bandung bersama warga setempat melanjutkan pengecoran jalan di Kampung Simpang Babakan Garut.
Kegiatan yang berlangsung usai pelaksanaan sholat tarawih ini dilakukan di bawah penerangan lampu darurat. Dengan penuh semangat di tengah bulan suci Ramadhan, para prajurit TNI dan masyarakat bahu-membahu mempercepat pekerjaan hingga target pengecoran 1.500 meter dapat dikejar.
Hingga saat itu, progres yang telah tercapai mencapai 1.254 meter atau sekitar 82,3% dari total sasaran. Dandim 0624/Kabupaten Bandung sekaligus Dansatgas TMMD Reguler Ke-127, Letkol Kav Samto Betah, S.Hub.Int., menekankan pentingnya kolaborasi ini. “Kami melaksanakan pengecoran hingga larut malam bersama masyarakat untuk mempercepat penyelesaian infrastruktur jalan di desa ini. Semangat gotong royong di bulan Ramadhan benar-benar terasa, dan ini menjadi bukti nyata bahwa pembangunan negeri dimulai dari desa,” ujar Letkol Samto Betah.
Baca Juga:Edwin Senjaya Ajak Kader Golkar Menjadi Insan Bertakwa79,6 Persen Rampung! TMMD Kodim 0624 Kejar Target 1.500 MeterĀ
Program TMMD Reguler Ke-127 Tahun 2026 mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa”, yang menekankan sinergi antara TNI dan masyarakat dalam membangun infrastruktur dasar guna meningkatkan aksesibilitas serta mendukung aktivitas ekonomi warga. Pengecoran jalan di Desa Cipelah ini merupakan salah satu sasaran fisik utama Satgas TMMD Kodim 0624, yang terus dipantau dan didorong agar tuntas sesuai target.
Warga setempat menyambut baik kegiatan ini, karena jalan yang lebih baik diharapkan dapat memperlancar mobilitas, distribusi hasil pertanian, dan akses layanan publik di wilayah pegunungan tersebut. Kegiatan serupa terus berlanjut dengan melibatkan warga secara aktif, menunjukkan bahwa semangat kebersamaan tetap hidup meski di tengah malam dan di bulan puasa. (bbs)
