Pemuda 28 Tahun Nekat Mempersunting Nenek 82 Tahun di Minahasa Selatan

Pemuda 28 Tahun Nekat Mempersunting Nenek 82 Tahun di Minahasa Selatan
BEDA JAUH: Pasangan Sofyan Lohodandel, 28, dan Martha Bate(kiri), 82. Meski menikah, mereka belum tercatat oleh pemerintah.
0 Komentar

Sebelumnya, saat pacaran, Sofyan harus menempuh perjalanan darat selama 3,5 jam untuk menuju rumah Martha di Lelema. Waktu itu Sofyan masih tinggal di Kotamobagu. Dia bekerja di bengkel motor di kota tersebut. Namun, sejak tiga bulan silam, dia memutuskan tinggal di rumah Martha.

Sejak itu, Sofyan yang masih perjaka hidup satu rumah dengan pacarnya, Martha, yang sudah nenek-nenek dan tinggal sendirian. Meski begitu, lama-kelamaan keduanya jadi merasa tidak enak dengan pandangan para tetangga sekitar.

’’Tiga minggu lalu Papa Sofyan mengajak Mama kawin. Awalnya Mama kaget. Tapi, setelah kami pikir berdua, akhirnya jadilah kami menikah di gereja kemarin itu,’’ ujar Martha yang selama ini hidup dari kiriman uang kedua anaknya yang tinggal di luar negeri.

Baca Juga:46 Negara Dipastikan Hadiri IBRAFKemendagri Apresiasi Tiga Inovasi di Jabar

Sofyan yang datang belakangan tampak malu-malu saat mendampingi istrinya. Dia mengakui bahwa sebelumnya pernikahan mereka sempat ditentang keluarga kedua mempelai. Namun, setelah diyakinkan bahwa dirinya betul-betul mencintai Martha, kedua keluarga akhirnya merestui.

’’Meskipun usia kami beda cukup jauh, saya tulus mencintai Martha. Maka, rencana pernikahan kami pun sempat ditentang keluarga. Banyak yang tidak setuju,’’ ujarnya.

Sofyan kemudian menceritakan awal mula pertemuan ’’fenomenal’’-nya dengan Martha. Menurut dia, semua bermula dari sambungan telepon Martha yang nyasar ke nomor handphone Sofyan setahun lalu. ’’Waktu itu saya masih bekerja di bengkel di Kotamobagu,’’ cerita pria yang mengaku sebelumnya masih lajang itu.

’’Semenjak kenal tak sengaja itu, saya sering bolak-balik Kotamobagu–Lelema, berjumpa dengannya. Dan, bulan November (tahun) lalu, saya memutuskan untuk tinggal di Lelema dan kemudian menikahinya kemarin,’’ lanjut Sofyan.

Meski direstui kedua keluarga, proses pernikahan mereka sempat terhalang. Sebab, masih ada pihak-pihak yang tidak setuju mereka menjalin hubungan rumah tangga. Salah satunya perangkat desa asal Sofyan di Pulau Mantehage, Minahasa Utara. Karena itu, hingga kemarin, pernikahan mereka belum tercatat di Kantor Catatan Sipil Minahasa Selatan, tempat pemberkatan pasangan yang menghebohkan media sosial itu.

’’Sampai saat ini surat pengantar dari desa saya belum ditandatangani kepala desa. Tapi, kami berdua tetap berkomitmen untuk menikah karena kami saling mencintai,’’ tegas Sofyan sambil melirik istrinya.

0 Komentar