Lebih lanjut Jayadi menjelaskan, sepanjang tahun 2016, BPJS Kesehatan Cabang Soreang telah melakukan skrining riwayat kesehatan kepada peserta JKN-KIS di Kabupaten Bandung. Hasilnya, untuk kategori penyakit diabetes melitus terdapat 6705 peserta berisiko rendah, 240 peserta berisiko sedang, dan 7 peserta berisiko tinggi. Sementara untuk kategori penyakit hipertensi, 5495 peserta berisiko rendah, 1439 peserta berisiko sedang, dan 18 peserta berisiko tinggi. Di kategori ginjal kronik, sebanyak 6649 peserta didiagnosa memiliki risiko rendah, 280 peserta berisiko sedang, dan 23 peserta berisiko tinggi. Dan terakhir di kategori jantung koroner, sebanyak 6306 peserta berisiko rendah, 624 peserta berisiko sedang, dan 22 peserta berisiko tinggi.
“Dengan diluncurkannya fitur skrining riwayat kesehatan pada aplikasi BPJS Kesehatan Mobile (mobile skrining) yang praktis digunakan. Diharapkan peserta JKN-KIS dapat lebih aware untuk melakukan pemeriksaan riwayat kesehatannya. Semakin dini peserta mengetahui risiko kesehatannya, semakin cepat upaya pengelolaan risiko itu dilakukan, sehingga jumlah penderita penyakit kronis dapat menurun,” paparnya.
Pada kesempatan yang sama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, Ahmad Kustiadi, mengaku, pihaknya sangat mengapresiasi BPJS Kesehatan Cabang Sorean yang telah mensosialisasikan program ini. dengan demikian dihrapkan, masyarkan akan bisa lebih menjaga kesehatannya apabila mereka bisa mengetahui tentang gejala serta penyakit yang dideritanya.
Baca Juga:Telkom Unversity Kejar Akreditasi InternasionalPerkuat Struktural, Partai Golkar Gelar Muscam di 31 Kecamatan
”Mudah-mudahan dengan hadirnya aplikasi ini. Tingkat kesadaran masyarakat dalam menjaga pola hidup sehat bisa semakin meningkat,” pungkasnya. (dn)
