BNN Test Urine Siswa SMP PGRI 4

bandungekspres.co.id, CIMAHI – Banyaknya kasus pengaruh negatif terhadap para remaja dari mulai kenakalan remaja hingga tindakan pidana, membuat pihak Polres Cimahi turun tangan mengantisipasi. Bekerjasama dengan Kodim, Badan Narkotika Nasional (BNN) dan pihak Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cimahi membuat inisiatif mengadakan agenda deklarasi ikrar bersama Anti kriminalitas penyalahgunaan narkoba, sex bebas, LGBT dan brandalan bermotor.

Kepala Bagian Oprasional (Kabag Ops) Polres Cimahi Kompol Jarot Sungkowo mengatakan kegiatan agenda bersama tersebut dibuat demi kepedulian bersama terhadap para remaja. Mengingat kejahatan yang berkaitan dengan kendaraan bermotor, Narkoba dan seks bebas kerap terjadi. Setiap waktu kasusnya selalu menghiasi halaman media.

”Bisa kita lihat dari beberapa kejadian mengarah kepada kejadian tersebut,” kata Kabag Ops Polres Cimahi Kompol Jarot Sungkowo usai mengikuti kegiatan di SMP PGRI 4 Kota Cimahi, kemarin (23/1).

Sebut dia, kegiatan tersebut merupakan salahsatu upaya pihaknya sebagai pengayom masyarakat dan Pemerintah Kota Cimahi dalam mencari jalan terbaik bagi pergaulan para remaja.

Disinggung kenapa remaja yang menjadi sasaran utama kegiatan tersebut, kata Jarot, hal itu karena remaja dalam masa-masa yang rentang. Anak baru gede (ABG) dalam proses pubersitas banyak mencari jatidirinya.

”Biasanya mereka berpikir pengen menjadi seperti apa? Untuk itu, biar tidak terlalu jauh kedalam mereka dalam pergaulan yang kurang baik. Maka dari sekarang kita imbau kepada mereka agar bisa memilih dalam bergaul dan mulai memberi masukan kepada anak anak,” tandasnya.

Dari catatan kepolisian Cimahi, kenakalan remaja di wilayah hukumnya terutama untuk tingkatan SMP pada dasarnya masih sedikit, meski jumlahnya tidak terlalu signifikan proses antisipasi perlu dilakukan semenjak dini. Karena kata Jarot, remaja cenderung tidak tahu dan hanya sekedar ikut-ikutan di luar kendali mereka.

”Mungkin ada juga kelompok-kelompok kecil yang kita amankan ada gank motor dan ada beberapa perkumpulan anak yang suka ngelem diamankan oleh Sabhara,” jelasnya.

Disebutkan Jarot, pada dasarnya para remaja tidak ingin masuk pada hal- hal negatif seperti narkoba, sex bebas, LGBT dan brandalan bermotor. Namun karena pergaulan, sehingga kadang kadang pihak kepolisian ada saja yang mengamankan mereka.  ”Kami amankan untuk kita beri pengetahuan tentang bahaya salah pergaulan,” ujarnya.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan