Perjuangan Anak-Anak Adopsi Belanda Menemukan Orang Tua Asli Mereka

Perjuangan Anak-Anak Adopsi Belanda Menemukan Orang Tua Asli Mereka
TAUFIQURRAHMAN/Jawa Pos
MENCARI JEJAK: Ana Maria van Keulen (kiri) bersama Kristi (dua dari kiri) di ujung Jembatan Jagir Wonokromo, Surabaya.
0 Komentar

Ada tiga ribu lebih anak-anak yang tinggal dan diadopsi oleh orang Belanda. Mereka adalah bayi-bayi yang dibuang di pinggir jalan ataupun ditinggalkan di depan pintu panti asuhan. Setelah dewasa, mereka datang kembali ke Indonesia. Ana Maria van Keulen membantu lewat media, website, hingga menemani mereka melakukan pencarian.

TAUFIQURRAHMAN, Surabaya

NAMANYA Kristi. Rambutnya keriting dan bola matanya hitam kecokelatan. Tidak seperti Ana yang benar-benar berwajah Jawa, sepintas Kristi tidak seperti orang Indonesia. Beberapa kawan menyebutnya lebih mirip gadis Latin.

Kristi berjalan menuju balik tembok pagar Jembatan Jagir Wonokromo, Surabaya di bawah rintik hujan Selasa (13/12). Dia menjejakkan kaki di secuil sempit tanah basah penuh sampah dan berbau tak sedap yang diimpit tembok pagar jembatan dan pagar tembok kantor Perum Jasa Tirta 1 Surabaya. Di situ kira-kira 29 tahun lalu, Kristi dibuang oleh orang tua kandungnya. ”Saya terbaring di sini, kira-kira menghadap ke arah sana,” kata Kristin kepada Ana Maria van Keulen, Tita, Hanafi, dan Kuncarsono Prasetyo, orang-orang yang menemaninya melakukan pencarian di sekitar wilayah Jagir Wonokromo. Tangannya menunjuk ke timur laut atau ke arah Jalan Raya Ngagel.

Baca Juga:Polda Sita 6 Kg Shabu-shabuAndik Harus Istirahat Enam Pekan

Dalam genggaman Kristi, hanya ada sebuah foto pagar Jembatan Jagir lawas pemberian orang tua angkatnya serta sebuah peta yang diberikan Kepala Jaga B Polsek Wonokromo yang bertugas waktu itu, Sertu I Wayan Oerip Soekarya. Selain itu, dia hanya memiliki keterangan dari RSUD dr Soetomo, tempat dirinya dilarikan beberapa saat setelah ditemukan warga.

Kuncarsono merupakan salah seorang yang membantu Kristi menelepon kembali Wayan yang sudah purnatugas dan pindah ke Bali untuk memastikan tepatnya lokasi Kristi ditinggalkan. Sesekali merujuk pada peta sederhana yang digambar oleh Wayan. Di gambar tersebut ada tanda X. Lokasi Kristi ditinggalkan. ”Benar kata Pak Wayan tepat di pinggir jalan besar,” kata Kuncar, entrepreneur, pemerhati sejarah, dan mantan jurnalis.

Menurut penuturan Wayan, Kristi ditemukan oleh seorang sopir angkot yang kebetulan ngetem di depan kantor Jasa Tirta. Si sopir kemudian melapor ke Polsek Wonokromo. Polsek berkoordinasi untuk membawa bayi merah Kristi ke RSUD.

0 Komentar