Bupati Jeje Minta Destana dan OPD Sigap Tangani Wilayah Terdampak Kekeringan

BPBD Bandung Barat tengah mendistribusikan air bagi masyarakat. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
BPBD Bandung Barat tengah mendistribusikan air bagi masyarakat. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

Jabar Ekspres – Bupati Bandung Barat (KBB) Jeje Ritchie Ismail meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dampak musim kemarau 2026, terutama dalam menjamin kebutuhan air bersih bagi masyarakat.

Instruksi tersebut disampaikan sebagai langkah antisipasi agar penanganan wilayah yang mengalami kekeringan dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi, sehingga kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung.

Jeje mengatakan, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat telah mengoptimalkan peran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melalui pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) yang menjadi garda terdepan dalam memantau sekaligus merespons potensi kekeringan di setiap wilayah.

Baca Juga:16 Angkot di Kota Bogor Berusia di Atas 20 Tahun Ditilang, Dipilok dan Diberi Tanda Tidak Laik JalanĀ Wagub Irit Bicara Soal Pergantian Nama Provinsi

“Setiap informasi maupun laporan terkait wilayah yang mengalami kekurangan air bersih harus segera ditindaklanjuti melalui koordinasi di tingkat kewilayahan agar penanganannya bisa lebih cepat,” kata Jeje dalam keterangan resminya, Selasa (7/7/2026).

Menurutnya, pemerintah daerah juga akan melakukan evaluasi secara berkala terhadap kinerja petugas di lapangan. Penilaian dilakukan berdasarkan kecepatan merespons laporan masyarakat, kelancaran distribusi bantuan air bersih, hingga cakupan pelayanan kepada warga terdampak.

“Respons petugas di lapangan akan terus kami evaluasi, mulai dari kecepatan menangani laporan masyarakat hingga kelancaran distribusi bantuan air bersih ke daerah terdampak. Yang terpenting, masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pemerintah saat membutuhkan,” ujarnya.

Selain memastikan pelayanan berjalan optimal, Jeje juga mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak selama musim kemarau. Ia mengajak warga menjaga ketersediaan sumber air dengan mengurangi pemborosan serta memanfaatkan air sesuai kebutuhan.

Tak hanya itu, masyarakat juga diminta berperan aktif menjaga kelestarian lingkungan, seperti tidak membuang sampah sembarangan, melindungi kawasan resapan air, dan mendukung upaya penghijauan untuk mengurangi risiko kekeringan.

“Dengan semangat gotong royong dan kepedulian bersama, kami optimistis dampak musim kemarau dapat diminimalkan sehingga keselamatan masyarakat, kelestarian lingkungan, dan ketersediaan sumber daya air tetap terjaga,” tandasnya. (Wit)

0 Komentar