Pengusaha Sepatu Cibaduyut Berguguran

bandungekspres.co.id,k BOJONG LOA KIDUL – Krisis ekonomi global mempengaruhi industri tanah air, termasuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di sentra wisata sepatu Cibaduyut. Pertumbuhan indutri sepatu Cibaduyut mulai redup sejak beberapa tahun teralhir. Bahkan, beberapa home industry yang dulu sempat berjaya kini mulai gulung tikar.

Menurut Camat Bojong Loa Kidul Ania Rachmawati, saat ini, harga sepatu Cibaduyut sangat di bawah standar. ”Sekarang, sepasang sendal bisa dibeli dengan harga Rp 20 ribu. Dulu sekitar 2010, harga sendal mencapai Rp 70 ribu per pasang,” ungkap Ania kepada Bandung Ekspres saat ditemui di kantornya, kemarin (15/11).

Diakui olehnya, kondisi ini mulai terjadi sejak Dada Rosada lengser dari jabatan Wali Kota Bandung. Pada masa jabatannya dulu, Dada mewajibkan para pegawai negeri sipil untuk membeli sepatu Cibaduyut.

Lebih dari itu, beberapa pelajar atau masyarakat sempat menjadikan pabrik besar Cibaduyut sebagai wisata pengetahuan.

Dalam kesempatan tersebut, dirinya berhadap kalau Cibaduyut bisa dijadikan sebagai kampung wisata sepatu kembali. Seperti kampung wisata jeans yang berada di Cihampelas yang sudah berjalan. ”Mungkin dengan cara ini, para pemuda di Kecamatan Bojong Loa Kidul tetap bertahan di daerahnya,” katanya.

Dari sekitar 30 home industry yang dulu ada di Cibaduyut, dirinya mencatat hanya lima pengrajin yang masih bertahan. Itu para pengrajin menggunakan modal yang tidak terlalu banyak.

Menurutnya, saat ini para pemuda lebih menyukai bekerja di luar Bandung. Hal ini juga yang menjadi faktor pengrajin sepatu dan sendal Cibaduyut semakin berkurang.

Sebelumnya, saat reses di Kecamatan Bojong Loa Kidul, Wakil Komisi A anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung Rizal Khairul mengatakan, akan mendukung kembali pengrajin sepatu dan sendal Cibaduyut. Bahkan, dirinya akan mendorong Pemerintah Kota Bandung untuk menjadi kampung wisata Cibaduyut.

”Ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi Kota Bandung. Sebelumnya Kota Bandung sudah memiliki Cihampelas sebagai kampung wisata jeans,” katanya.

Lebih jauh, dirinya berharap setiap kecamatan harus memiliki produk lokal yang menjadi andalan. Hal ini guna menciptakan ekonomi kreatif dan home industry semakin banyak.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan